Advertisement

Produksi Susu Almon, Perempuan Ini Sasar Ibu Hamil dan Menyusui

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 14 Mei 2022 - 07:37 WIB
Arief Junianto
Produksi Susu Almon, Perempuan Ini Sasar Ibu Hamil dan Menyusui Beberapa varian susu Ralalii. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Berawal dari pengalaman pribadi karena merasa cocok dengan olahan susu almon untuk asupan saat hamil, seorang ibu muda di Jogja menjadikan produk tersebut sebagai bisnis. Sejak 2018, dia mengembangkan produk susu almon dengan nama Ralalii.

Kacang almon dikenal sebagai salah satu camilan sehat untuk ibu hamil dan menyusui. Belakangan, para ibu muda kemudian mencari olahan kacang almon yang lebih nikmat dikonsumsi, salah satunya susu almon.

Advertisement

Meski dinamai “susu”, tetapi pada dasarnya olahan ini merupakan sari kacang almon tanpa tambahan susu.

BACA JUGA: Mengenal Terra Luna, Kripto yang Nilainya Anjlok 99,97 Persen

Florentina Ika Krisna Puspitasari atau akrab disapa Krisna adalah salah satunya. Ibu muda berusia 34 tahun ini mulanya rutin mengonsumsi almon lantaran tengah menjalani program kehamilan (promil). Oleh dokternya, ia disarankan mengonsumsi kacang almon dan produk turunannya.

"Waktu itu, sekitar 2016, masih kesulitan cari susu almon. Akhirnya saya bikin sendiri," terangnya.

Setelah hamil dan merasakan manfaatnya, Krisna kemudian membagikan susu almon bikinan sendiri ke teman-temannya yang tengah menjalani promil maupun yang sudah hamil. Lantaran mendapat respons positif, dia kemudian menyeriusi produksi susu almon itu menjadi sebuah bisnis.

Langkah pertama yang dilakukan Krisna saat memulai bisnisnya ialah memisahkan dapur produksi Ralalii dengan dapur rumah tangganya. Meskipun hingga saat ini susu almon itu masih buatan rumahan, namun ia berupaya menyuguhkan produk yang higienis kepada pelanggan.

BACA JUGA: Kartu Mandiri e-Money Mendukung Gerakan Cashless Society

Advertisement

Meski awalnya menyasar ibu hamil dan ibu menyusui sebagai target pasar, tetapi Krisna menuturkan bahwa pada dasarnya susu almon bisa dikonsumsi siapa saja. Tak heran, banyak pelanggannya yang berasal dari kalangan konsumen yang ingin hidup sehat.

"Hanya saja karena almon terkenal sebagai minuman laktasi pelancar asi, jadi secara enggak langsung market kami 80 persen ibu hamil dan ibu menyusui. Meskipun sebetulnya almond milk ini bisa dikonsumsi oleh siapa saja yang peduli dengan kesehatan," ujarnya.

Susu almon Ralalii

Rambah Camilan

Ralalii memiliki produk susu almon siap minum dengan berbagai rasa. Setelah itu, Krisna kemudian merilis minuman almon laktasi dan pregnancy blend.

"Pregnancy blend itu smoothies yang dicampur dengan buah dan sayuran. Bahannya matang, jadi aman dikonsumsi untuk ibu hamil," kata dia.

Mulanya, Krisna hanya memproduksi susu almon siap minum. Namun, lantaran permintaan meningkat hingga pasar luar Jogja, dia pun membuat varian susu almon bubuk. Ada dua varian susu almon bubuk yang ditawarkan, yaitu ori dan chocoplus.

"Chocoplus itu selain mengandung almon juga ditambah daun katuk dan fenuugreek. Minuman ini bisa buat siapa saja, tapi lebih disarankan untuk ibu hamil dan menyusui karena ada nutrisi tambahan untuk mereka," terangnya.

Selain minuman, Ralalii juga memiliki produk camilan almon berupa cookies. Krisna juga baru saja meluncurkan camilan sehat dari multigrain cookies.

Diaingin ke depannya Ralalii tidak hanya mengolah almon, melainkan juga bahan-bahan lokal yang tak kalah sehat

Susu almon siap minum Ralalii dijual mulai harga Rp13.000 untuk ukuran 100 mililiter hingga Rp100.000 untuk satu liter. Sementara untuk camilannya dijual mulai harga Rp20.000.

"Sekarang setiap bulan bisa menjual 800-1000 botol. Kami punya dua toko, di Tamansiswa dan Jalan Monjali. Selain itu kami juga pakai marketplace dan menitip ke toko-toko yang menjual produk-produk sehat," kata dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ketua Komisi Yudisial Profesor Mukti Fajar Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Jogja
| Rabu, 25 Mei 2022, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement