Advertisement
BPJamsostek DIY Komitmen terhadap Pemberantasan Korupsi
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang DIY menyelenggarakan kampanye Anti Korupsi dalam Gathering Platinum Perusahaan Peserta BPJamsostek di wilayah DIY.
Di hadapan 60 pengurus perusahaan, Kepala BPJamsostek Cabang DIY, Teguh Wiyono menyampaikan lembaganya tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan korupsi yang dilakukan oleh Insan BPJamsostek. "Kami juga mendorong kepada seluruh peserta BPJamsostek untuk turut mengawasi kinerja kami. Jangan pernah ragu untuk melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh insan BPJamsostek khususnya di wilayah DIY," ujar Teguh di hadapan 60 pengurus perusahaan Peserta BPJamsostek di wilayah DIY, Senin (18/7/2022).
Advertisement
Teguh menambahkan lembaganya memiliki kanal pelaporan pelanggaran yang dilakukan di lingkungan BPJamsostek berupa Whistle Blowing System (WBS). Pelapor dapat mengakses aplikasi WBS tersebut melalui situs wbs.bpjsketenagakerjaan.go.id.
Baca juga: Tahun Lalu, BPJS Ketenagakerjaan Jogja Cairkan Klaim Rp407 Miliar
Dalam kampanye tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Kota Jogja, Gatot Guno Sembodo juga hadir sebagai narasumber. Gatot berpesan agar BPJamsostek terus menjaga integritas dalam pengelolaan dana pekerja dan menjauhi segala macam bentu tindakan korupsi.
Gatot juga berpesan agar para pengurus perusahaan untuk membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku. "Jangan sampai ada karyawan yang sudah dipotong gajinya untuk iuran BPJS Ketenagakerjaannya. Namun tidak dibayarkan. Itu pelanggaran," tutup Gatot. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Motor Mati di Perlintasan, Lansia Kulon Progo Nyaris Tertemper KA
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 Rp2,59 Juta per Gram
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- Modus Penipuan Kartu Kredit Meningkat, BRI Beri Warning
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
Advertisement
Advertisement



