Advertisement
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Hadiri Coffee Morning Komunitas Bandara YIA
Suasana Coffee Morning Komunitas Bandara YIA pada Rabu, 3 Agustus 2022 di Ruang Rama Gedung Angkasa Pura - Ist
Advertisement
JOGJA-Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, menghadiri Coffee Morning Komunitas Bandara YIA pada Rabu, 3 Agustus 2022. Kegiatan berlangsung di Ruang Rama Gedung Angkasa Pura dan dimulai pukul 09.00 WIB. Host Coffee Morning kali ini adalah PT Garuda Indonesia.
General Manager PT Garuda Indonesia-Yogyakarta, Ida Ayu Krisna Dewi, menyampaikan company profile berbagai anak perusahaan Garuda Indonesia Group yang ada di YIA, seperti GMF, Citilink, Gapura Angkasa, dan Aerofood. Selain itu disampaikan pula bahwa akan ada rencana pembukaan penerbangan rute Kuala Lumpur-YIA.
Advertisement
Pada kesempatan tersebut, Eko Darmanto menyampaikan beberapa hal terkait pertumbuhan ekonomi di DIY. "Terlihat masih ada gap saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional 5,2 sedangkan di Yogyakarta 2,7. Semoga dengan meningkatnya pertumbuhan bisnis di YIA, nilai itu pun ikut naik," jelasnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (5/8/2022).
Coffee Morning ini dilaksanakan secara rutin, yaitu sebulan sekali di setiap bulan dengan host yang berbeda-beda. Tujuannya adalah mempererat tali silaturahmi antarkomunitas bandara serta menjadi ajang diskusi atas permasalahan yang muncul di lingkungan bandara agar dapat dicari solusinya bersama-sama. Instansi yang hadir secara rutin antara lain Bea Cukai Yogyakarta, Angkasa Pura, Garuda Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, serta instansi kebandarudaraan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kolaborasi Driver Bajaj Maxride Perkuat Transportasi Wisata Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AMDATARA Siap Dorong Transformasi Industri AMDK
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
- Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
- Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun pada 2026
- AS Mundur dari Organisasi Global, Pakar UMY Soroti Risiko Dunia
Advertisement
Advertisement




