Bencana Lebih Dipengaruhi Perubahan Iklim Ekstrem, BMKG: Masyarakat Harus Siap Siaga!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan soal kesiapsiagaan menghadapi bencana yang makin dipengaruhi oleh perubahan iklim ekstrem
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JAKARTA — PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali membukukan rugi bersih pada semester I/2022, meski pendapatan memperlihatkan kenaikan.
rugi bersih GOTO selama semester I/2022 mencapai Rp13,64 triliun. Rugi ini membengkak 117,28% dibandingkan dengan posisi rugi semester pertama tahun lalu sebesar Rp6,28 triliun.
Rugi bersih GOTO juga bertambah dibandingkan dengan kondisi per Maret 2022 sebesar Rp6,47 triliun. Artinya, rugi bersih sepanjang kuartal II/2022 mencapai Rp7,17 triliun.
Rugi bersih GOTO terutama disebabkan oleh naiknya beban penjualan dan pemasaran yang menembus Rp6,34 triliun atau 235,43% lebih besar daripada beban penjualan dan pemasaran periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun.
BACA JUGA: ITDRI Jalin Kemitraan Internasional dengan MIT-LIP
Pos beban lain seperti beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp5,75 triliun daripada Rp3,83 triliun di semester I/2021. Selain itu, beban pengembangan produk turut meningkat 227,87% menjadi Rp2,13 triliun dari sebelumnya Rp649,78 miliar.
Adapun pendapatan bruto GOTO mencapai Rp10,73 triliun, meningkat 99,9% dibandingkan dengan Rp5,37 triliun sepanjang semester I/2021.
Kenaikan pendapatan bruto ini diikuti dengan naiknya promosi kepada pelanggan sebesar 115,27% sehingga menjadi Rp7,33 triliun, dari sebelumnya Rp3,40 triliun.
Hal tersebut membuat pendapatan bersih GOTO selama paruh pertama tahun ini mencapai Rp3,39 triliun atau naik 73,32% secara tahunan dibandingkan dengan Rp1,96 triliun pada semester I/2021.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menilai prospek emiten-emiten sektor teknologi, termasuk GOTO, cukup menjanjikan meski kinerja bottom line masih negatif.
“Meski masih merugi, ekspektasi terhadap saham teknologi masih bagus pada masa yang akan datang, terlebih dengan ekosistem digital GOTO yang luas dan menjangkau berbagai lini,” kata Nico, Selasa (30/8/2022).
Dia mencatat GOTO tetap melanjutkan pengembangan bisnis dan memperkuat integrasi antar platform di bawah naungannya, seperti peluncuran layanan GoPayLater Cicil yang memungkinkan pelanggan mencicil pembayaran produk di lokapasar.
GOTO melalui anak usahanya belum lama ini juga menyelesaikan akuisisi 100% saham perusahaan pedagang aset kripto PT Kripto Maksima Koin.
“Emiten teknologi tidak bisa berhenti di satu tempat, artinya mereka harus melakukan inovasi dan improvisasi. Dengan adanya program baru tentu ekosistemnya makin lengkap dan potensi profitabilitasnya meningkat,” paparnya.
Meski begitu, dia tidak memungkiri jika investor mengharapkan profitabilitas yang datang lebih cepat, terutama di tengah sentimen kenaikan suku bunga acuan bank sentral.
Nico mengatakan untuk investasi jangka panjang, saham GOTO bisa diakumulasi ketika harganya di bawah Rp300. Namun, untuk investasi jangka pendek, dia menyebutkan saham GOTO yang volatile cukup menarik untuk trading.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan soal kesiapsiagaan menghadapi bencana yang makin dipengaruhi oleh perubahan iklim ekstrem
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.