Advertisement
Kliring Berjangka Indonesia Umumkan Direksi Baru
Ilustrasi. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pergantian direksi dilakukan oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Dalam susunan direksi baru ini, terdapat nama Budi Susanto yang menempati posisi Direktur menggantikan Agung Rihayanto.
Budi Susanto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Wijayakusuma. Sedangkan untuk posisi Direktur Utama tetap dijabat Fajar Wibhiyadi, yang telah menjadi Direktur Utama KBI sejak 2017.
Advertisement
Perubahan susunan Direksi ini sesuai dengan Surat Keputusan dari Menteri Negara BUMN dan Direktur Utama PT Danareksa (Persero) yang merupakan induk usaha dari PT Kliring Berjangka Indonesia.
BACA JUGA: Bank BPD DIY Launching Layanan BI Fast untuk Layanan Cemumuah
Corporate Secretary PT Kliring Berjangka Indonesia, Dihan Yusro, mengatakan adanya perubahan susunan direksi ini tidak mengubah berbagai rencana korporasi yang sudah dan sedang dijalankan KBI.
“Saat ini, KBI sendiri memiliki tiga lini usaha, yaitu sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi atas Perdagangan Berjangka Komoditi dan Pasar Fisik Komoditas di Bursa Berjangka Jakarta, serta sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang,” kata Dihan Yusro seperti dalam rilis kepada Harianjogja.com, Selasa (27/9).
Dihan menambahkan terkait dengan peran sebagai lembaga kliring dan Pusat Registrasi Resi Gudang, KBI akan terus melakukan peningkatan layanan prima kepada para pemangku kepentingan. “Selain itu, KBI juga akan melakukan berbagai inisiasi bisnis baru, serta transformasi layanan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
BPS: Emping, Ayam, dan BBM Jadi Pemicu Inflasi di Kota Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








