RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran, Ini Tujuannya
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Wakil Ketua Dekranasda DIY GKBRAy Adipati Paku Alam X (tengah) saat perayaan Hari Batik sedunia, Senin (3/10/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Sebagai warisan budaya tak benda Nusantara yang telah ditetapkan oleh UNESCO sejak 2009, batik terus dikembangkan. Hanya saja, persoalannya adalah kapasitas sumber daya manusia (SDM) pembatik yang masih perlu ditingkatkan.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Robby Kusumaharta mengatakan batik di DIY mampu menggerakkan perekonomian. Salah satunya untuk mendukung sektor pariwisata dan fasyen. Hanya saja masih ada hal yang perlu dilakukan yakni peningkatan kapasitas SDM para perajin baik.
Jika kapasitas para pembatik terus tingkatkan, katanya, tentu akan menaikkan kelas batik yang diproduksi.
Selain itu, lanjut Robby, peningkatan SDM pembatik juga berdampak pada peningkatan wirausaha yang mereka jalankan. Dampak lainnya, peningkatan SDM pembatik bisa meningkatkan transformasi dalam dunia perbatikan ke kancah internasional.
Pada 2015 lalu, ekspor batik di DIY cukup tinggi namun lambat laun hingga saat ini terus berkurang sehingga dibutuhkan strategi untuk kembali meningkatkan ekspor batik.
"Dengan demikian maka perlu diciptakan standarisasi batik agar keberadaan batik untuk kemakmuran masyarakat diharapkan bisa terwujud," katanya di sela perayaan Hari Batik Dekranasda DIY, Senin (3/10/2022).
BACA JUGA: Gencarkan Kampanye Gerakan Nontunai, BPD DIY Gandeng PGRI Sleman
Kepala Dinkop UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan masih ada permasalahan untuk meningkatkan ekonomi pelaku UKM/IKM.
Berdasarkan data Bappenas, kata dia, produktivitas dan kontinuitas UKM/IKM di DIY masih rendah.
Pemasaran produk, kata Siwi juga harus dilakukan secara berjejaring termasuk perlu dilakukan transformasi digital bagi para pelaku UKM/IKM di DIY. "Pelaku UKM/IKM masih berdiri sendiri-sendiri sehingga pelu dilakukan kolaborasi. Untuk meningkatkan kapasitas SDM masih terus dilakukan dengan berbagai program," katanya.
Wakil Ketua Dekranasda DIY Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X berharap upaya kolaborasi yang dilakukan antarpembatik diharapkan bisa mengangkat kembali industri batik di DIY.
“Kuncinya ada pada program dan kegiatan yang bagus serta dilakukan secara kolaboratif dan sinergis antarinstansi,” kata dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.