Advertisement

Setelah Salak dan Kopi, Teh Dlingo Jadi Komoditas Unggulan DIY

Abdul Hamied Razak
Rabu, 05 Oktober 2022 - 21:57 WIB
Arief Junianto
Setelah Salak dan Kopi, Teh Dlingo Jadi Komoditas Unggulan DIY Ilustrasi kebun teh Nglinggo. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pengembangan potensi sektor pertanian dan hortikultura di wilayah DIY membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Keterbatasan lahan membuat pertanian di DIY difokuskan untuk komoditas unggulan.

Selain salak dan kopi yang selama ini sudah dikembangkan, Pemda DIY kini juga tengah mengembangkan komoditas teh.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto mengatakan keterbatasan lahan menyebabkan tidak semua komoditas penting mampu mewarnai kegiatan pertanian di DIY.

Oleh karena itu, kebijakan pertanian di DIY fokus pada komoditas unggul komparatif dan kompetitif.

Misalnya, komoditas Salak Pondoh di Turi, Cabai Keriting Cipanas di Sanden yang dikembangkan di lahan pantai dan off season.

Komoditas lainnya yang dikembangkan, kata Sugeng, tembakau krosok dengan lahan seluas 45 hektare yang difasilitasi dan diserap PT Tarumartani.

"Kami juga mengembangkan Kopi Merapi sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat. Ini atas arahan Gubernur DIY," ujar Sugeng, Rabu (5/10/2022).

BACA JUGA: Ditekan Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas, Inflasi DIY Terendah Se Jawa

Advertisement

Dia menjelaskan, pengembangan komoditas kopi ini sekaligus untuk memenuhi kebutuhan kedai atau kafe yang bertebaran di wilayah DIY.

Berdasarkan data statistik DPKP DIY, katanya, DIY baru bisa memenuhi kebutuhan kopi 15% dari total kebutuhan kopi di DIY. 

"Ini artinya penanaman kopi masih bisa dikembangkan secara feasible untuk memenuhi permintaan pasar," ujarnya. 

Advertisement

Selain kopi, DPKP DIY juga berupaya mengembangkan teh di Dlingo yang memiliki rasa spesifik dengan keunggulan kompetitif dan komparatif.

Instansinya juga berencana mengembangkan lahan pembibitan kelapa kopyor yang harganya jualnya cukup tinggi.

"Kami menjual komoditas pertanian yang rasanya unik dan berbeda baik itu Teh Dlingo dan Kopi Merapi. Pak Gubernur bahkan meminta agar kopi DIY dipasarkan ke luar negeri karena memiliki harga jual lebih tinggi," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat panen raya bawang merah di Bulak Srikayangan, Sentolo, Kulonprogo bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Senin (3/10), mengatakan dukungan Pemda DIY untuk sektor pertanian banyak dilakukan

Advertisement

“Masyarakat hendaknya bisa serius menggarap sektor pertanian dan saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Bila kebutuhan pangan nasional tercukupi maka secara otomatis akan membawa kesejahteraan keluarga,” kata dia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Longsor di Jalur Wonosari-Jogja Belum Mengganggu Pengiriman Logistik

Jogja
| Selasa, 29 November 2022, 00:07 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement