Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 1 Juli 2026 Lengkap
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Rabu 1 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan cepat dan praktis.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA — Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada September 2022 tercatat 1,05% (month to month/mtm). Secara tahunan, angka inflasi DIY pada 2022 berada pada level 6,81% (year to year/yoy). Pada akhir triwulan III/2022, DIY mengalami inflasi setelah sebelumnya alami deflasi secara bulanan.
Capaian inflasi bulanan DIY lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya di Jawa (DKI Jakarta (1,21%), Jawa Barat (1,21%), Banten (1,12%), Jawa Tengah (1,19%), Jawa Timur (1,23%).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Budiharto Setyawan mengatakan berdasarkan disagregasinya, inflasi DIY pada September 2022 didorong oleh kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) dan kelompok inflasi inti (core inflation), sementara kelompok harga pangan bergejolak (volatile food) mengalami deflasi.
"Inflasi terutama bersumber dari dampak langsung kenaikan harga tarif bahan bakar kendaraan, di sisi lain komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan minyak goreng melanjutkan deflasi, menahan laju inflasi yang lebih tinggi," kata dia melalui rilis, Selasa (4/10).
Menurutnya, adanya penyesuaian harga juga memengaruhi daya beli masyarakat. Hal ini tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada level 124,8. Dia pun masih optimistis meskipun IKK tidak setinggi bulan sebelumnya yang mencapai 139,1.
Dari kelompok administered price, lanjut Budi, inflasi terbesar disebabkan oleh meningkatnya harga tarif bensin subsidi. Selaras dengan kenaikan harga minyak dunia, pemerintah Indonesia melakukan penyesuaian harga bensin subsidi dan nonsubsidi per 3 September 2022.
BACA JUGA: Komplain Pinjol Hingga Asuransi Capai 5.000 Kasus, Ini Tindakan OJK
Harga per liter Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000, solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.
"Adanya peningkatan harga ini berdampak langsung terhadap kenaikan tarif kelompok transportasi lainnnya seperti angkutan antarkota dan kendaraan roda dua online," ucap dia.
Deflasi
Dijelaskan Budi, untuk kelompok volatile food secara bulanan mengalami deflasi. Andil inflasi terbesar berasal dari komoditas hortikultura, yakni bawang merah dan cabai merah, yang masing-masing menyumbang andil -0,04% (mtm).
Harga bawang merah di tingkat konsumen mengalami penurunan seiring dengan panen di daerah sentra didukung oleh cuaca yang kondusif.
Selain itu, lanjut Budi, permintaan juga menurun pasca berlalunya periode festive season dan berlibur.
Berdasarkan Pusat Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, rata-rata harga bawang merah di DIY pada September 2022 mencapai mencapai Rp 30.400 per kg, turun dari Agustus 2022 mencapai Rp36.650 per kg.
"Sementara komoditas cabai merah masih mengalami penurunan harga pada September seiring dengan meningkatnya pasokan karena musim panen, termasuk panen cabai di Sleman," katanya.
Berdasarkan PIHPS, kata Budi, rata-rata harga cabai merah di DIY pada September 2022 mencapai Rp62.850 per kg, lebih rendah dibandingkan Agustus 2022 yang mencapai Rp63.950 per kg.
Beberapa komoditas lainnya yang menyumbang deflasi antara lain minyak goreng dan daging ayam sebesar -0,02% (mtm).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Rabu 1 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan cepat dan praktis.
Mako Brimob Polda DIY akan dibangun di pesisir Gunungkidul. Lahan Sultan Ground telah mengantongi izin dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini.
IHSG menguat 1,07% pada pembukaan perdagangan Jumat, didorong sentimen positif dari bursa Asia, Wall Street, dan meredanya tensi global.
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Update harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri24 pada 3 Juli 2026. Simak harga jual dan beli kembali setiap pecahan.
Kemdiktisaintek menegaskan isu 60 ribu mahasiswa tak daftar ulang merupakan data SNPMB 2025, bukan penerimaan mahasiswa baru 2026.