Konsumsi 40% Penduduk Terbawah DIY Naik Jadi 16,91% pada 2026
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
Ilustrasi investasi (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY berharap penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada Mei 2025 bisa diikuti penurunan suku bunga kredit. Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan penurunan suku bunga kredit tidak bisa serta merta, perbankan perlu waktu untuk penyesuaian.
Ia memperkirakan sekitar Juni atau Juli perbankan akan membuat program khusus terkait dengan suku bunga. "Logikanya seperti itu, pasti akan ada penurunan suku bunga kredit, mungkin adjusmentnya butuh beberapa saat gitu," ucapnya, Minggu (1/6/2025).
Ilham menyambut baik keputusan BI menurunkan suku bunga acuan, karena akan menggerakkan sektor riil. Dampaknya pembeli properti dengan kemampuan bayar yang bagus akan tertarik, sebab bunganya turun.
Ia mencontohkan angsuran Rp5 juta per bulan, turun menjadi Rp4,5 juta atau Rp4,7 juta per bulan. Sehingga ketika ada orang mau beli rumah dengan data terbaru tentu akan terpengaruh. "Dia dapatkan data terbaru dengan lebih murah pasti memberi pengaruh untuk orang tersebut mengambil KPR, ada pasti pengaruhnya," katanya.
Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Purnawan Hardiyanto berharap penurunan BI Rate pada Mei 2025 diikuti dengan penurunan suku bunga bank. Sehingga minat investasi masyarakat kembali bergairah.
Ia menjelaskan ketika perekonomian sedang lesu memang suku bunga harus diturunkan, tujuannya untuk meningkatkan minat investasi masyarakat. Agar perekonomian kembali bergairah, memacu pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja baru. "Diharapkan akan diikuti dengan penurunan suku bunga bank," ucapnya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Klaim Seluruh Kalurahan di Wilayahnya Miliki Koperasi Desa Merah Putih
Menurutnya ketika BI menurunkan suku bunga acuan, bank cenderung cepat menurunkan suku bunga simpanan tapi cenderung lambat untuk menurunkan bunga pinjaman. Purnawan menjelaskan biasanya pemerintah turut melakukan intervensi dengan memerintahkan bank-bank milik negara untuk segera menurunkan suku bunga simpanan maupun pinjaman.
"Pemerintah berharap langkah bank-bank plat merah ini akan diikuti bank-bank lain karena adanya persaingan pasar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
Bioskop NSC kembali hadir di Wates, Kulonprogo, setelah lebih dari 20 tahun. Tiket mulai Rp37.000 termasuk minuman, dengan dua studio.
OJK melaporkan reformasi pasar modal kepada Prabowo, meliputi penguatan integritas, transparansi, dan penegakan aturan, termasuk persoalan MSCI.
BGN menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum kasus pencambukan di KPPG Bogor dan membuka kanal pengaduan anonim untuk mencegah kekerasan.
Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor diduga tergelincir saat menyalip truk trailer di dekat Palang Krapyak, Klaten, Senin sore.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta memanfaatkan FinExpo 2026 untuk mengedukasi pekerja mandiri dan pelaku UMKM tentang perlindungan sosial.