Advertisement

Asyik! Tahun Depan Plafon KUR Ditambah Jadi Rp460 Triliun

Khadijah Shahnaz
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:47 WIB
Arief Junianto
Asyik! Tahun Depan Plafon KUR Ditambah Jadi Rp460 Triliun Ilustrasi kredit usaha rakyat. - Ist./goukm.id

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Secara nasional, plafon bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan naik menjadi Rp460 triliun pada tahun depan. Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan model baru, yakni KUR Klaster.

Menteri Koperasi UKM, Teten Masduki, mengatakan penyaluran bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan naik menjadi Rp460 triliun pada 2023. Adapun pada tahun ini penyaluran KUR Rp373 triliun. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Ini sudah pasti dan ditetapkan. Ini semakin besar jumlahnya," kata Teten, Kamis (6/10/2022).

Dia mengatakan kenaikan jumlah penyaluran KUR ini akan dibarengi dengan perkembangan bisnis model baru dengan penambahan KUR Klaster.

BACA JUGA: Setelah Salak dan Kopi, Teh Dlingo Jadi Komoditas Unggulan DIY

Sebelumnnya, ada tiga jenis KUR yang diberikan oleh bank penyalur yaitu KUR Mikro, KUR Ritel dan KUR Tenaga kerja.

"Dengan jumlah KUR yang lebih besar, kami akan mengembangan model bisnis juga, misalkan UMKM yang sudah masuk ke klaster Blibli atau ranch market, ini bisa memakai KUR Klaster dengan plafon sampai Rp500 juta per orang," ujarnya.

Teten juga menambahkan saat ini pihaknya membutuhkan kerja sama dengan mitra-mitra swasta. Hal ini untuk memberikan peluang bagi UMKM mendapatkan pendanaan dari bank penyalur UMKM.

Advertisement

Kemenkop juga mengatakan saat ini sudah melakukan pilot project atau uji coba terkait dengan model bisnis terbaru ini.

"Sebentar lagi akan di-launching oleh Pak Presiden dan konsep serta kebijakan sudah ada, tetapi kan kebijakan ngga punya kaki sendiri, mesti piloting dulu. Saya sudah bikin piloting banyak sekali dan akan di-launching pada November," ujar dia.

Berdasarkan laporan Analisis Perkembangan Uang Beredar Agustus 2022, kredit UMKM segmen menengah tercatat sebesar Rp327,5 triliun. Jumlah tersebut mengalami kontraksi sebesar 27,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Advertisement

Sebelumnya, pada Juli 2022, kinerja kredit ke UMKM segmen menengah juga mengalami kontraksi sebesar 26,7% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp334,7 triliun. Sepanjang tahun ini, penyaluran kredit di segmen ini rata-rata terkontraksi hingga double digit.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Longsor di Jalur Wonosari-Jogja Belum Mengganggu Pengiriman Logistik

Jogja
| Selasa, 29 November 2022, 00:07 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement