Advertisement

BI Rate Naik, LPS: Suku Bunga Simpanan Juga Ikut Meningkat

Dionisio Damara
Minggu, 09 Oktober 2022 - 20:17 WIB
Arief Junianto
BI Rate Naik, LPS: Suku Bunga Simpanan Juga Ikut Meningkat Ilustrasi replika uang di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4 - 4).Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Suku bunga simpanan diproyeksikan bakal meninngkat secara bertahap sebesar 50 basis poin. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan kenaikan suku bunga simpanan itu seiring dengan kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin menjadi 4,25%.

Dalam laporan likuiditas bulanan yang dirilis LPS, proyeksi kenaikan suku bunga simpanan akan berdampak pada perubahan strategi pengelolaan likuiditas bank guna mengantisipasi kenaikan kredit dan kebijakan perubahan Giro Wajib Minimum (GWM) oleh bank sentral.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Meski demikian, kondisi likuiditas bank yang saat ini masih relatif longgar diproyeksikan bakal mengurangi potensi pergerakan suku bunga secara berlebihan.

Pada simpanan valuta asing (valas), kenaikan suku bunga yang masih berlangsung dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga offshore.

“Penyesuaian suku bunga ke depan diperkirakan akan tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas dan spread antara biaya bunga simpanan dan kredit dalam rangka menjaga nett interest margin [NIM],” tulis laporan LPS dikutip pada Minggu (9/10/2022).

BACA JUGA: Wow! Rendang Kini Diproduksi Pabrik di Bulgaria

LPS mencatat sampai dengan akhir Agustus 2022, pergerakan suku bunga simpanan rupiah masih stabil dengan rata-rata suku bunga pasar (SBP) yang cenderung naik.

Rerata tingkat bunga deposito rupiah seluruh bank pada akhir Agustus naik 1 basis poin ke level 3,09%.

Advertisement

Sementara itu, pada periode yang sama suku bunga maksimum dan minimum tetap stabil di level 3,63% dan 2,54%.

Suku bunga simpanan valas juga menunjukkan kenaikan seiring dengan meningkatnya suku bunga offshore.

Tercatat suku bunga maksimum naik 11 basis poin menuju level 0,84%, sedangkan suku bunga minimum serta rata-rata seluruh bank valuta asing masing-masing meningkat 2 basis poin dan 6 basis poin ke level 0,46% dan 0,65%.

Advertisement

Chief Executive Officer Citi Indonesia, Batara Sianturi menuturkan likuiditas rupiah perbankan masih terjaga walaupun sudah berkurang sebagai akibat dari kenaikan tingkat GWM. Namun, dia menilai likuiditas akan kembali meningkat jelang akhir tahun.

“Menjelang akhir tahun, likuiditas perbankan kami perkirakan akan meningkat kembali seiring dengan meningkatnya siklus belanja pemerintah di mana tambahan dana akan masuk ke dalam sistem perbankan,” ujar Batara, baru-baru ini.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tekan Angka Stunting, BKKBN Libatkan Penyuluh Agama

Sleman
| Rabu, 30 November 2022, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement