Advertisement
Trump Klaim India Tak Lagi Beli Minyak dari Rusia
Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah sepakat untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Hal ini dilakukan setelah AS menekan India dengan tarif impor 50 persen agar negara itu mengubah kebijakannya.
Kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (15/10/2025), Trump mengatakan bahwa Modi mengiyakan tuntutan AS itu dalam sebuah percakapan telepon pada Rabu. Dia menyebut keputusan Modi sebagai "penghentian besar."
Advertisement
"Dia tidak lagi membeli minyak dari Rusia. Sudah dimulai. Anda tahu, ini tidak bisa dilakukan seketika, butuh proses, tetapi proses itu akan segera selesai," kata Trump dikutip dari Anadolu, Kamis (16/10/2025).
Dia mengatakan bahwa yang diinginkannya dari Presiden Rusia Vladimir Putin hanyalah berhenti berperang antara Rusia dan Ukraina.
BACA JUGA
"Lagi-lagi, hal itu tidak membuat dia terlihat baik. Ini adalah perang yang seharusnya bisa dia menangkan dalam satu pekan, dan justru berlangsung hingga tahun keempat," kata Trump.
Trump berupaya membatasi pembelian minyak Rusia di pasar internasional, dengan alasan hal itu akan mempercepat perang di Ukraina berakhir.
Presiden AS itu mengatakan bahwa selanjutnya dia akan fokus pada China supaya mereka "melakukan hal yang sama" seperti India, yaitu berhenti membeli minyak dari Rusia.
Melansir AFP, India diketahui membeli minyak mentah yang didiskon dari Rusia, mengolah, dan menjualnya kembali. Berkat itu, India menjadi pemasok utama ke Eropa karena membentuk kembali aliran bahan bakar global selama lebih perang Rusia-Ukraina berlangsung.
Sejauh ini, India adalah konsumen minyak mentah terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan China, dan mengimpor 85% kebutuhannya. Sebelumnya, pemasok utamanya berada di Timur Tengah. Sekarang, Rusia adalah pemasok minyak nomor satu India.
Data Badan Energi Internasional (IEA) mencatat India mengimpor dari Rusia 1,62 juta barel per hari (bpd) atau 40% dari total impor minyaknya pada Maret. Jumlah ini naik dari sekitar 70.000 bpd dan hanya 1% dari arus masuk sebelum perang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
Advertisement
Advertisement







