Ini Ciri Jasa Resmi Kursi Roda Haji di Mekkah, Jangan Salah Pilih
Tarif jasa kursi roda haji di Masjidil Haram bisa tembus Rp2,7 juta. Simak ciri resmi dan tips aman dari PPIH.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan sambutan saat pembukaan Roundtable Keuangan Berkelanjutan untuk Transisi Iklim di sela 3rd FMCBG-FCBD G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7/2022). ANTARA FOTO/POOL/Nyoman Budhiana
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap ancaman krisis pangan yang melanda dunia pada 2023. Menurutnya pada 2023 nanti lebih berisiko dalam hal pangan.
Dia menuturkan ancaman krisis pangan global menjadi isu utama yang dibahas oleh forum G20. Menurutnya, fokus pembahasan isu pangan berkaitan dengan nutrisi dan pupuk.
"Kita akan menghadapi 2023, yang mana akan jauh lebih berisiko dalam hal pangan. Inisiatif, kolaborasi, setelah kami mengidentifikasi dan menguji solusinya, maka kami akan bisa melihat isu apa yang membutuhkan penanganan segera," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers setelah pertemuan antara Menteri Keuangan dan Menteri Pertahanan G20 di Washington DC, Selasa (11/10/2022).
Sri Mulyani juga mendorong serta meminta FAO dan World Bank untuk memetakan seluruh respons kebijakan secara global.
Karena ketika semua orang melakukan tanpa kolaborasi serta kesamaan data dan dashboard, katanya, hal itu dapat menyebabkan tumpang tindih serta bisa menyebabkan adanya titik krusial yang tidak tertangani.
Baca juga: Foto Visual Merapi Dipamerkan Selama Sebulan ke Depan di UII
Dengan memiliki FAO dan World Bank memetakan dan menguji bagaimana respons kebijakan di setiap negara, atau regional, diterapkan ke global, dia menilai pengambil kebijakan bisa mengidentifikasi area mana yang masih perlu tambahan fokus.
"Misalnya, dalam jangka pendek, program pangan apa yang menunjukkan permintaan untuk dukungan kemanusiaan itu meningkat dua kali lipat [doubling], bagaimana menyelesaikan ini?" ujarnya.
Terkait target jangka menengah, Sri Mulyani mengatakan forum Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 mencari solusi dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap pangan serta mengembangkan bibit yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
Sri Mulyani menilai terdapat pula perkembangan perhatian yang saling berkaitan terhadap pupuk. Terutama ini dari World Bank (Bank Dunia), ADB (Asian Development Bank), FAO (Food and Agriculture Organization), dan dari berbagai negara.
"Masalah pupuk hari ini akan berdampak terhadap ketersediaan pangan atau bahkan krisis pangan dalam 8—12 bulan ke depan," ungkapnya.
Dia mengatakan lini masa saat ini akan menuju pertemuan musim semi (Spring Meeting) 2023. Saat itu, Indonesia akan memberikan presidensi G20 India.
Menurutnya, forum G20 akan melalukan pemetaan bagaimana respons global, juga inisiatifnya di berbagai tingkatan. Tujuannya, kata Sri Mulyani, akan pemangku kepentingan bisa mengidentifikasi hambatan dan bisa ditangani, baik dari sisi supply, demand, maupun distribusi.
"G20 memiliki kekuatan untuk meyakinkan dan meminta negara-negara, intistusi multilateral, atau organisasi internasional, juga inisiatif regional. Ini akan menjadi terorganisir, sistemik, dan semoga bisa lebih lengkap," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.