Harga BBM Non Subsidi Pertamina Resmi Naik per 2 Agustus 2024, Berikut Rinciannya!
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Ilustrasi migas./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA - Harga minyak mentah dunia menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun lalu, setelah sempat jatuh ke titik terendahnya pada April 2020.
Peningkatan harga itu terutama didorong oleh peningkatan dari sisi permintaan seiring mulai pulihnya ekonomi global. Perusahaan-perusahaan migas terbesar di dunia pun turut menuai berkah dari kenaikan harga minyak dunia tersebut.
BACA JUGA : Perusahaan Migas Berkumpul di Jogja, Ada Apa?
Mengutip Visual Capitalist yang mengeluarkan data berdasarkan CompaniesMarketCap.com, kenaikan harga minyak mampu mengantarkan kembali Saudi Aramco menjadi perusahaan paling untung di dunia pada 2021.
BUMN migas Arab Saudi itu memiliki kapitalisasi pasar hampir US$2 triliun pada 2021, menempatkannya di posisi teratas perusahaan migas dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Kapitalisasi pasar Saudi Aramco bahkan hampir setara dengan kombinasi valuasi dari 19 perusahaan migas terbesar di dunia.
Setelah Saudi Aramco, perusahaan asal Amerika Serikat, yakni ExxonMobil dan Chevron menempati posisi kedua dan ketiga perusahaan migas dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, masing-masing sebesar US$257,3 miliar dan US$205,29 miliar.
Kemudian, perusahaan migas asal Belanda, Shell, menempati posisi keempat dengan kapitalisasi pasar mencapai US$175,28 miliar.
Disusul oleh PetroChina dengan kapitalisasi pasar US$162,55 miliar, TotalEnergies dari Prancis US$130,56 miliar, Gazprom dari Rusia US$121,77 miliar, ConocoPhillips dari Amerika Serikat US$95,93 miliar, British Petroleum (BP) dari Inggris US$93,97 miliar, dan Rosneft dari Rusia US$84,07 miliar.
Berikut daftar 20 perusahaan migas terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar 2021:
1. Saudi Aramco (Arab Saudi) US$1.979 miliar
2. ExxonMobil (AS) US$257,3 miliar
3. Chevron (AS) US$205,29 miliar
4. Shell (Belanda) US$175,28 miliar
5. PetroChina (China) US$162,55 miliar
6. TotalEnergies (Prancis) US$130,56 miliar
7. Gazprom (Rusia) US$121,77 miliar
8. ConocoPhillips (AS) US$95,93 miliar
9. BP (Inggris) US$93,97 miliar
10. Rosneft (Rusia) US$84,07 miliar
11. Equinor (Norwegia) US$83,60 miliar
12. Enbridge (Kanada) US$82,82 miliar
13. Sinopec (China) US$80,48 miliar
14. Novatek (Rusia) US$79,18 miliar
15. Duke Energy (AS) US$78,08 miliar
16. Petrobras (Brasil) US$69,91 miliar
17. Southern Company (AS) US$66,64 miliar
18. Lukoil (Rusia) US$64,70 miliar
19. CNOOC (China) US$52,04 miliar
20. Enterprise Products (AS) US$50,37 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.