Advertisement

Membumikan QRIS, Mendorong Kemajuan dengan KUR

Media Digital
Rabu, 14 Desember 2022 - 21:07 WIB
Arief Junianto
Membumikan QRIS, Mendorong Kemajuan dengan KUR Eko Wahyu Priyono, menunjukkan QRIS BPD DIY yang digunakan untuk bertransaksi selama menjalankan usahanya. - Istimewa

Advertisement

JOGJA — Di era serba digital, mekanisme transaksi dalam penjualan barang dan jasa bergeser, dari dari tunai menjadi nontunai. Semakin pelaku usaha mengakrabi teknologi ini, peluang bisnis itu untuk berkembang kian terbuka.

Itulah setidaknya yang dialami Eko Wahyu Priyono, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) asal Kauman, Kota Jogja.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2019 lalu, Wahyu termasuk pelaku UMKM di Jogja yang pertama menggunakan layanan QRIS untuk transaksi. Meskipun ada produk serupa, Wahyu enggan berpaling dari layanan QRIS BPD DIY.

"Transaksi dengan QRIS BPD DIY dilakukan cepat dan real time, saat transaksi uang langsung masuk. Ini yang membuat layanan QRIS BPD DIY berbeda dengan lainnya. Mohon maaf ya, kalau yang lain transaksi siang, malam baru diproses," kata Wahyu, Selasa (13/12).

Keunggulan layanan QRIS BPD DIY yang berbeda dengan layanan serupa di lembaga keuangan lainnya, lanjut Wahyu, sangat membantu kelancaran usahanya.

Selain menggunakan fasilitas pembayaran QRIS BPD DIY, Wahyu juga memanfaatkan layanan promosi yang dilakukan bank tersebut bagi pelaku UMKM.

"Berkat layanan QRIS BPD DIY ini, usaha saya tambah lancar dan berkembang,” kata dia. Sebelumnya hanya dua usaha dijalankan Wahyu, yakni usaha catering Rendang Jahat dan pemasok resto dan kafe Satria Bintang Good Food. Topangan sistem transaksi dari BPD telah membuatnya percaya diri menambah brand anyar, Fine.jgj, produk minuman basic powder + susu UHT.

Bahkan, Wahyu berencana membuat brand baru lagi, Angkringan Even. Semuanya akan menggunakan QRIS BPD DIY.

Di HUT ke-61 BPD DIY, Wahyu berharap BPD DIY tetap konsisten dan semangat memajukan UMKM di DIY di tengah ketatnya persaingan layanan perbankan. Alasannya, pelaku UMKM di Jogja merasakan sentuhan berbeda dengan apa yang dilakukan oleh BPD DIY.

Suharman, warga Kemusuk Kidul RT 02 Argomulyo, Sedayu, Bantul pemilik Bakpia Kemukus 0033./Istimewa

Modal

Suharman, owner Bakpia Kemukus 0033 asal Kemusuk Kidul RT 02 Argomulyo, Sedayu, Bantul, juga merasakan keuntungan bermitra dengan BPD DIY.  Sejak 2019, Suharman tercatat menjadi salah satu nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BPD DIY. Pengajuan KUR BPD DIY dipakai Harman untuk mengembangkan usaha Bakpia Kemusuk 0033.

Niat Harman berbuah manis. Pesanan membanjir, volume produksi Bakpia Kemukus 0033 pun meningkat tajam.

Sebelum mendapat dana KUR, Harman hanya memproduksi 1.000-1.500 butir bakpia per hari. Setelah mendapatkan KUR, produksi bakpia mencapai bisa mencapai 3.000 boks dalam sebulan, di mana per boksnya berisi 20 butir bakpia.

Tidak hanya meningkatkan produksi, Harman juga menambah lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Jika sebelumnya ia hanya memiliki delapan karyawan, kini sudah ada sekitar 12 karyawan yang bekerja di industri rumahan milik Harman.

"Saya ambil KUR Rp200 juta. Jadi KUR BPD DIY itu sangat membantu pengembangan usaha saya. KUR ini sangat menolong saya," katanya.

Harman berharap di usia ke 61 tahun, BPD DIY tetap konsisten membantu pelaku UMKM untuk berkembang dan naik kelas. Salah satunya dengan penyaluran KUR bagi pelaku UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah

Jogja
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement