Advertisement
Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terus Membaik
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan usai acara malam Apresiasi G20 Indonesia di Hotel Fairmont, Selasa (20/12/2022). JIBI - Ni Luh Anggela.
Advertisement
Harianjogjacom, JAKARTA—Stabilitas sistem keuangan (SSK) Indonesia terus membaik seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi, serta pulihnya indikator perekonomian dan sistem keuangan sepanjang kuartal terakhir 2022 lalu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sejumlah indikator pemulihan dini per Desember 2022 itu misalnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang terus memberikan sinyal optimisme. Di samping itu, PMI Manufaktur Indonesia juga melanjutkan tren ekspansi pada level 50,9 per Desember 2022.
Advertisement
“Kinerja neraca perdagangan juga terus mencatatkan surplus dengan total surplus di tahun 2022 mencapai US$54,46 miliar, merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah,” katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2023, Selasa (31/1/2023).
Tingkat inflasi Indonesia pada akhir 2022 juga tercatat mencapai 5,51 persen, juga lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan nilai tukar rupiah menguat sehingga mendukung stabilitas perekonomian. Rupiah pada pada awal 2023, hingga 27 Januari 2023, mengalami apresiasi sebesar 3,89 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd).
“Penguatan tersebut didorong oleh aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik yang tetap baik dengan stabilitas yang terjaga imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik dan ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda,” jelasnya.
Sri Mulyani menambahkan, pasar Surat Berharga Negara (SBN) melanjutkan penguatan di awal tahun 2023, didorong pembelian kembali SBN oleh investor asing.
Hingga 27 Januari 2023, tercatat net buy oleh nonresiden sebesar Rp48.53 triliun, perbankan sebesar Rp121,98 triliun, dan investor keuangan nonbank sebesar Rp3,63 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DJP Pertimbangkan Perpanjangan Batas Lapor SPT 2026
- Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM Meski Harga Minyak Dunia Naik
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri 24 Kompak Naik
- Layanan BRI dan BNI Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwalnya
- Akses Tol Dekat Jogja Diprediksi Naikkan Kunjungan Mal
- Angkutan Lebaran 2026 Dimulai, Daop 6 Layani 25.844 Penumpang
- APBN 2026 Defisit Rp135,7 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Advertisement
Advertisement









