Advertisement
Bos Google Ketiban Rezeki Penghargaan Saham US$216 Juta
Sundar Pichai. - Bloomberg. Bos Google Dapat Berkah Penghargaan Saham US$216 Juta
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Paket pembayaran yang diberikan kepada Chief Executive Offcier Alphabet Inc. Sundar Pichai menjadi US$216 juta pada 2022. Lonjakan itu diperoleh bos dari induk Google tersebut, berkat dorongan dari nilai penghargan saham (stock award).
Adapun, stock award merupakan cara sebuah perusahaan untuk membayar para eksekutif mereka berdasarkan kinerja perusahaan. Dengan demikian kompensasi yang mereka dapatkan sejalan dengan harapan pemegang saham.
Advertisement
Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Sabtu (22/4/2023), stock award tiga tahunan yang diberikan kepada Pichai menembus US$218 juta. Jumlah itu jauh melampaui kompensasi yang diberikan oleh perusahaan asal Silicon Valley tersebut kepada para eksekutifnya.
Sebab, Vice Oresident of Google’s Knowledge and Information yakni Prabhakar Raghavan dan Chief Business Officer Alphabet Philipp Schindler masing-masing menerima sekitar US$37 juta. Sementara itu Chief Financial Officer Ruth Porat menerima US$24,5 juta
Sekadar informasi, stock award diberikan selama tiga tahun sekali. Pichai terkahir menerima paket serupa pada 2019. Kala itu, dia dianugerahi US$281 juta.
Stock award yang diberikan kepada para CEO perusahaan teknologi telah menjadi topik sensitif dalam industri teknologi, terutama setelah gelombang PHK di Alphabet dan perusahaan besar lainnya.
Induk Google tersebut sejauh ini telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 12.000 karyawan. Jumlah itu setara dengan 6 persen pegawainya di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
- Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
- Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun pada 2026
- AS Mundur dari Organisasi Global, Pakar UMY Soroti Risiko Dunia
- Indonesia Tak Khawatir Ancaman Tarif Trump soal Iran
Advertisement
Advertisement





