Advertisement

Selama Maret 2023, Uang Beredar di Masyarakat Melambat

Maria Elena
Kamis, 27 April 2023 - 19:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Selama Maret 2023, Uang Beredar di Masyarakat Melambat Tampilan uang baru pecahan Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000. - Bisnis/Muhammad Khadafi

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Analisis Uang Beredar mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2023 tetap tumbuh positif, meski melambat dari bulan sebelumnya. 

Dalam tersebut tercatat posisi M2 pada Maret 2023 sebesar Rp8.293,6 triliun atau tumbuh 6,2% secara tahunan (year-on-year/yoy).  Jumlah uang beredar tersebut tumbuh lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,9% yoy.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit [M1] sebesar 4,8 persen yoy dan uang kuasi sebesar 8,0 persen yoy,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Kamis (27/4/2023).

Tercatat, M1 yang terdiri dari uang kartal di luar bank umum dan BPR, giro rupiah dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu, tumbuh melambat, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,6% yoy.

Jika dirincikan, giro rupiah tercatat tumbuh 7,8% yoy, tumbuh melambat jauh dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6% yoy.

Sementara itu, dana float uang elektronik pada Maret 2023 tercatat mencapai Rp10,7 triliun, terkontraksi 4,5% yoy, membaik dari kontraksi 20,8% pada Februari 2023.

Lebih lanjut, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pangsa 47,2% terhadap M1, tercatat sebesar Rp2.153,3 triliun pada Maret 2023, tumbuh melambat sebesar 2,7% yoy, dari bulan sebelumnya 3,5% yoy.

Komponen yang kartal yang beredar di masyarakat tercatat sebesar Rp832,9 triliun atau tumbuh 5,1% yoy pada Maret 2023, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 2,2% yoy.

Selain itu, uang kuasi dengan pangsa 44,7% dari M2, tercatat sebesar Rp3.708,3 triliun pada Marett 2023, melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 9,7% yoy.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro valas yang melambat menjadi sebesar 24,0% yoy pada Maret 2023, dari 35,8% yoy pada Februari 2023.

Tabungan lainnya juga tumbuh melambat sebesar 4,8% yoy pada Maret 2023, setelah tumbuh 7,6% pada Februari 2023.

Simpanan berjangka pada Maret 2023 tumbuh sebesar 5,0% yoy, naik tipis dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,9% yoy.

Di sisi lain, komponen surat berharga selain saham dengan pangsa 0,3% terhadap M2 terkontraksi sebesar 11,3% yoy, turun signifikan dari Februari 2023 yang masih tumbuh sebesar 8,6% yoy.

BACA JUGA:  Kementerian BUMN Bersama Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako Murah di Batulicin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Kasus Pembunuhan Pengusaha Morgan Onggowijoyo, Terdakwa Bantah Merencanakan

Jogja
| Jum'at, 09 Juni 2023, 11:47 WIB

Advertisement

alt

Punya Nyali? Coba Kunjungi Destinasi Wisata Jembatan Kaca Terbesar di Dunia Ini

Wisata
| Kamis, 08 Juni 2023, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement