Dugaan Keracunan MBG Sleman, BGN Tanggung Biaya Rawat Inap
Dugaan keracunan MBG di Turi, Sleman, membuat sekitar 70 siswa mendapat penanganan. Biaya rawat inap akan ditanggung BGN atau SPPG.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan DIY menyampaikan minat masyarakat di DIY untuk belajar tentang pasar modal semakin meningkat.
Kepala BEI Perwakilan DIY Irfan Noor Riza mengungkapkan sebelum pandemi Covid-19 BEI DIY hanya membuka sekolah pasar modal sebulan sekali. Namun, saat sejak pandemi permintaan sekolah pasar modal meningkat drastis.
Dalam satu bulan bisa lima sampai enam kali.
“Mulai pandemi sebulan bisa lima sampai enam kali [sekolah pasar modal], masyarakat banyak yang bertanya kapan kelas akan dibuka lagi," ucapnya, beberapa waktu lalu.
Menurut Irfan, sekolah pasar modal juga bekerja sama dengan perusahaan sekuritas. Setiap ada yang buka rekening akan ditawarkan sekolah pasar modal ini. Ada beberapa peserta anggota bursa kejar literasi, banyak masyarakat tiba-tiba buka rekening ditawarkan sekolah pasar modal ini sehingga programnya semakin banyak.
BACA JUGA: PDIP Pepet Partai Demokrat, Hasto: Kami dengan Kerendahan Hati Menawarkan Kerja Sama
Dia menilai potensi pasar modal Indonesia ke depan masih bagus. Pertumbuhannya akan selalu beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Indonesia masih bisa pemulihan meski saat ini situasi global tengah terguncang akibat pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada inflasi dunia serta Bank Sentral yang ingin merevisi.
"Ekonomi sangat luar biasa pulihnya dan fluktuasi ekonomi Indonesia sudah balik. Dulu sebelum pandemi Covid-19 ekonomi Indonesia empat hingga lima persen dan saat Covid-19 turun 2% bahkan sampai minus, lalu mulai naik dan sekarang sudah di posisi 5% nan lagi,” ucapnya.
Investor pasar modal Indonesia berasal dari investor lokal dan asing. Menyebut investor asing akan melihat kondisi perekonomian suatu negara untuk berinvestasi. Jika masih banyak yang investasi di Indonesia, menandakan kondisi perekonomian baik.
“Kalau ekonomi suatu negara itu bagus, berarti aset-aset di negara tersebut sangat menarik. Makanya mereka masuk, bicara komposisi dari total investor yang berinvestasi di pasar modal RI 46% kalau gak salah masih asing, besar, dan yang lokal juga mulai besar di 50-an persen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan keracunan MBG di Turi, Sleman, membuat sekitar 70 siswa mendapat penanganan. Biaya rawat inap akan ditanggung BGN atau SPPG.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.