Advertisement
Klaim Surplus 10%, Bapanas Bantah Indonesia Impor Telur
Suasana peternakan ayam petelur di Karangsari, Pengasih pada Selasa (23/8/2022) - Harian Jogja / Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pangan Nasional (Bapanas) membantah tudingan bahwa Indonesia saat ini melakukan importasi telur unggas. Bapanas mengeklaim impor yang dilakukan saat ini bukan telur mentah melainkan tepung telur.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa neraca komoditas Indonesia untuk telur unggas justru surplus 10% tahun ini. Oleh karena itu, kata dia, tidak ada alasan Indonesia untuk mengimpor telur unggas.
Advertisement
“Coba tolong dicek, kok telur itu susah kita [malah] impor. Mungkin tepung telur. Kerena kalau telur mindahin dari sini ke Papua aja susah. Ngapain impor dan neraca kita surplus 10 persen kok untuk telur,” ujar Arief kepada media di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (14/6/2023).
BACA JUGA: Demi Turunkan Harga, 15 Ton Telur Ayam Didatangkan Pemda DIY dari Blitar
Menurut eks Dirut Food Station itu, Indonesia saat ini masih mengimpor tepung telur karena tepung dari luar negeri relatif lebih murah. Dia mengatakan, tepung telur biasanya digunakan untuk bahan baku industri, khususnya makanan.
“Karena kalau tepung telur itu isunya harga dari luar yang murah. Kita bukan tidak bisa buat tepung telur. Tapi tepung telur [kebutuhan] untuk industri tinggi,” ucap Arief.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra Dwita Ria Gunadi mempertanyakan ke Kementerian Pertanian (Kementan) ihwal urgensi Indonesia yang mengimpor telur unggas ke dalam negeri pada saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog di Jakarta, Selasa (13/6/2023).
Dia menyebutkan, berdasarkan data dari BPS Indonesia telah impor telur unggas sebanyak 165.234 kilogram pada Februari 2023.
"Mengenai impor telur unggas, BPS mencatat Indonesia masih impor telur unggas sebanyak 165.234 kilogram pada Februari 2023. Oleh sebab itu, kami meminta data impor telur selama 2022 dan semester 2023 dan meminta berapa ketersediaan telur dalam negeri agar tidak terjadi impor telur unggas," ujar Dwita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM 2026 Terancam Bengkak
- Inflasi DIY Februari 2026 Capai 4,91 Persen, Emas dan Cabai Pemicunya
- Update Harga Emas UBS-Galeri24 Hari Ini, Tembus Rp3,19 Juta per Gram
- Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp13.000 per Gram
- Konflik Timur Tengah, Jamaah Umrah Jogja Tertahan di Madinah
- Pemerintah Siapkan Skenario Jaga Ketahanan Energi di Tengah Konflik
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp100.000 di Jogja
Advertisement
Advertisement






