Advertisement
Diprotes Pengusaha Pertashop DIY & Jateng Soal Omzet, Pertamina: Masih Dikaji
Ilustrasi - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyampaikan masih melakukan koordinasi dan dan kajian dengan kantor pusat, terkait protes Paguyuban Pengusaha Pertashop Jateng dan DIY.
"Sedang dikoordinasikan dan dikaji kantor pusat," ucap Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Rabu (26/7/2023).
Advertisement
BACA JUGA: Pertashop di Gunungkidul Berguguran, SPBU Non-Pertamina Justru Menjamur
Menurutnya hal tersebut berkaitan dengan kebijakan. Sehingga JBT masih menunggu arahan dan petunjuk teknis. "Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan. Kami menunggu arahan dan petunjuk teknis dari kantor pusat," lanjutnya.
Menurutnya fluktuasi harga BBM non subsidi menjadi salah satu faktor turunnya penjualan melalui Pertashop. Saat ini sedang dikembangkan Pertashop untuk memperluas bisnis non fuelnya. Sehingga pendapatan tidak terpaku pada penjualan BBM saja.
"Sebagian sudah merambah bisnis non fuel, misal tambal ban, minimarket, jasa ekspedisi, outlet LPG nonsubsidi, rumah makan, kafe, dan sebagainya."
Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pengusaha Pertashop Jateng dan DIY Gunadi Broto Sudarmo mengatakan, omzet bulanan yang dihimpun pengusaha turun drastis 90% selama lebih dari setahun usai harga Pertamax naik menjadi Rp12.500 per liter pada April 2022, sementara harga Pertalite Rp7.650 per liter.
Omzet atau volume penjualan Pertashop turun menjadi 16.000 liter per bulan, dari sebelumnya bisa mencapai 38.000 liter per bulan pada saat harga Pertamax dipatok Rp9.000 per liter. Adapun, sebagai lembaga penyalur Pertamina skala kecil, Pertashop hanya menjual produk BBM Pertamax dan Dexlite.
"Setelah ada disparitas harga Pertamax dan Pertalite mulai April itu omzet langsung turun drastis, itu di harga [Pertamax] Rp12.500 per liter omzetnya 16.000 liter per bulan, berlanjut ada fluktuasi harga sampai Rp14.500, ada yang Rp13.900 [Pertamax].
Sampai sekarang di harga Rp12.500, omzet Pertashop belum bisa kembali di saat harga Pertamax Rp9.000 dan Pertalite Rp7.650 per liter," kata Gunadi saat audiensi dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Event Harian Dongkrak Kunjungan Tebing Breksi di Libur Nataru
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Harga Emas Hari Ini Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data AS
- China Larang Ekspor Dwiguna ke Jepang, Fokus Sektor Militer
- Ekspor DIY Terkoreksi, Industri Pengolahan Masih Dominan
- UGM: Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai di Tengah Banyak Tekanan
Advertisement
Advertisement



