Investor Pasar Modal DIY Tembus 332.912 Orang, Tumbuh 22,33 Persen
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
Pejabat (Pj) Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyebut DIY punya potensi yang bagus untuk jadi tujuan wisata bagi turis India.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan turis India mengalami peningkatan yang cukup signifikan berkat promosi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) beberapa waktu lalu.
Potensi ini perlu disambut dengan membuat ekosistem yang bagus oleh pemerintah daerah (Pemda) DIY dan juga pelaku industri. Salah satunya dengan menyiapkan restoran India, sebab jumlahnya masih sangat minim. Menurutnya jumlah restoran India masih kurang dari lima.
BACA JUGA: JIBB 2023, Generasi Milenial Didorong Ikut Mengembangkan Seni Batik
"Apakah otentik India atau dikolaborasikan dengan masakan lokal. Saya kira potensi narasi story telling berkaitan dengan India ini sangat mungkin. Juga pemandunya, ini penting berbahasa India," paparnya, Selasa (29/8/2023).
Dia mendorong agar dari dunia pendidikan bisa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk pemandu, melalui pelatihan dan sertifikasi dalam rangka menunjang paket-paket wisata.
Komponen lain yang penting adalah adanya penerbangan langsung dari India ke Jogjakarta. Sehingga bisa memangkas waktu dan biaya. Menurutnya dari sisi bandara sudah memadai dari armada juga, tinggal regulasi saja.
"Kami berupaya dorong maskapai untuk berikan layanan direct flight, sudah ada Arab Saudi, Malaysia, Singapura oke, ini kami tunggu dari negara lain nanti direct flight akan pangkas waktu dan biaya," lanjutnya.
Penasehat Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Edwin Himna menyampaikan hal senada. Potensi turis India cukup besar, sebab sudah ada penerbangan langsung dari India ke Jakarta dan Bali. Kemudian mereka bisa melanjutkan penerbangan langsung ke Jogja.
Apabila ada penerbangan langsung dari India ke Jogja, kata Himna, tentu jumlah turis India yang akan berkunjung lebih banyak lagi.
"Jogjakarta punya Candi Hindu Prambanan bisa jadi magnet mereka datang. Di satu sisi belum ada penerbangan langsung dari India ke Jogja. Jika ada yang bisa langsung ke YIA maka akan lebih bagus lagi," paparnya.
Kendalanya saat ini adalah DIY belum punya banyak restoran India. Sehingga penambahan restoran India perlu dilakukan. "Problem saat ini gak cukup banyak restoran India, sudah dapatkan wisatawan dari India tapi gak ada restoran."
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke DIY Januari - Juni 2023 yang paling tinggi adalah Malaysia sebanyak 16.241 Wisman dengan persentase 42%, disusul Singapura 6.403 Wisman dengan persentase 17%.
Kemudian Tiongkok 1.268 atau 3%, Amerika Serikat (AS) 1.194 Wisman atau 3%, dan India 1.103 Wisman atau 3%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
Muhammadiyah mendukung langkah Polri memberantas vape mengandung narkoba karena sejalan dengan fatwa haram penggunaan rokok elektrik sejak 2020.
Netanyahu kehilangan mayoritas di Knesset setelah pemilu Israel. Oposisi menjajaki dukungan partai Arab untuk membentuk pemerintahan baru.
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.