BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Inflasi DIY pada Agustus 2023 diklaim cenderung lebih stabil. Indikasi ini bisa dilihat dari pola tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim mengatakan Agustus biasanya diikuti dengan panen dan permintaan masyarakat juga relatif rendah.
Menurut dia, periode sebelum-sebelumnya biasanya stabil bahkan di beberapa periode sempat deflasi. BI DIY berharap Inflasi Agustus tidak bergejolak dan diperkirakan trennya melambat.
"Kami memang tidak memublikasikan secara resmi perkiraan ke depan, tetapi lebih ke indikasi. Kami berharap pergerakan inflasi ke depan tidak bergejolak. Tren ini yang harus dijaga, walaupun turun jangan terlalu tajam, indikasi sampai akhir bulan melambat. tiga persen plus minus satu persen," ucapnya dalam konferensi pers di Seturan, Sleman, Kamis (31/8/2023).
Dengan adanya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kata Ibrahim, akan mendorong inflasi menjadi semakin terkendali seperti negara-negara maju. Untuk mencapai inflasi yang stabil diperlukan tahapan-tahapan.
BACA JUGA: Lebih Tinggi dari Nasional, Segini Inflasi DIY pada Mei
Dia menyebut dulu inflasi double digit jadi langganan dan biasa 11% - 12%. Inflasi yang tinggi berimplikasi pada suku bunga perbankan bisa di posisi 13%-15%. Kondisi ini tidak efisien sebab beban ini harus ditanggung masyarakat.
"Misal 2016 diusahakan turun 4% plus minus 1%. Kemudian pada tahun 2018 itu 3,5%, 2020-2023 3% plus minus 1%. Pada tahun depan 2,5% plus minus 1%. Jadi untuk menuju keseimbangan yang lebih baik. Hubungannya ke biaya masyarakat yang ditunjukkan juga pada biaya bunga dan biaya kredit yang lebih mudah lagi. Kami memang lakukan itu secara bertahap," jelasnya.
Bidikan BI inflasi tahun depan bisa 2,5% plus minus 1% artinya batas bawahnya ada di posisi 1,5% dan batas atasnya 3,5%. Ini harus diupayakan agar bisa tercapai, dengan menjaga harga lebih stabil lagi. "Negara maju dua persen, kami berharap ke arah sana, pernah lima persen, empat persen, jadi gak ujug-ujug. Ada proses [menuju] tiga persen plus minus satu persen," ucap dia
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Juli 2023 sebesar 0,28% secara bulanan atau month to month (mtm). Inflasi secara tahun kalender atau year to date (ytd) sebesar 1,93%, dan secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 4%.
Inflasi DIY masih lebih tinggi dibandingkan nasional, dengan posisi inflasi nasional 0,21% secara mtm, secara ytd sebesar 1,45%, dan secara yoy sebesar 3,08%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan inflasi Juli 2023 masih lebih rendah dibandingkan Juli 2022 di posisi 0,47%. Namun jika dibandingkan bulan Juni 2023 yang hanya 0,02%, inflasi Juli 2023 jauh lebih tinggi. "Inflasi bulan ke bulan Juli 2023 sebesar 0,28%, dan inflasi tahun kalender yaitu Januari - Juli 2023 untuk DIY mencapai 1,93%," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.