Inflasi DIY Juni 2026 Naik 0,37 Persen, Kenaikan BBM Jadi Pemicu Utama
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.
Beras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Yogyakarta melaksanakan penyaluran perdana bantuan pangan beras tahap II untuk alokasi Oktober-Desember 2023 di tiga lokasi yang ada di DIY dan Jawa Tengah (Jateng), Senin (11/9/2023).
Khusus di DIY, penyaluran perdana tersebut digelar di Kabupaten Gunungkidul, sementara dua lokasi lainnya ada Kota Magelang dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ali Ahmad Najih A. mengatakan penyaluran perdana tersebut menjangkau sasaran sebanyak 1.486 penerima bantuan pangan (PBP), dengan kuantum penyaluran 14.860 kilogram (kg).
Dia mengatakan bantuan pangan ini dilaksanakan dalam rangka mengurangi beban pengeluaran. Selain itu juga untuk mempermudah keterjangkauan pangan bagi masyarakat rawan pangan dan gizi.
Penyaluran bantuan pangan ini, kata dia, digelar atas kerja sama Perum Bulog Yogyakarta dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial. "Secara keseluruhan target penerima bantuan beras di wilayah kerja Perum Bulog Kanwil Yogyakarta sebanyak 1.521.756 PBP yang terbagi di DIY, Kedu, dan Banyumas," ucapnya lewat rilis, Senin.
Dia menjelaskan, setiap PBP akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per alokasi selama tiga bulan, yakni Oktober-Desember 2023. Dengan begitu, total beras yang disalurkan hingga akhir tahun sebanyak 45.652.680 kg.
BACA JUGA: Bulog Jogja Siapkan 39.000 Ton untuk Operasi Pasar Beras
Ali berharap penyaluran bantuan pangan ini bisa berjalan lancar untuk mengurangi beban masyarakat serta untuk menjaga laju inflasi tetap terkendali. "Beras bantuan pangan ini didistribusikan untuk konsumsi sendiri, tidak untuk diperjualbelikan," tegasnya.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kepada Perum Bulog dalam penyaluran program bantuan pangan beras tahap II untuk tiga bulan alokasi.
"Pemerintah terus mendorong peran strategis Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan stabilitas pasokan. Serta harga pangan melalui program bantuan pangan yang terbukti efektif dampaknya pada tahap I yang lalu dalam menekan kenaikan harga beras."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Nadiem Makarim melalui tim kuasa hukumnya melaporkan empat hakim PN Tipikor Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran etik.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menampilkan karya modifikasi kreator lokal, meningkatnya peserta perempuan, dan kolaborasi seni.