YIA Baru Tampung 4 Juta Penumpang, Koridor Joglosemar Dikebut
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Tri Saktiyana./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana mengatakan penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO akan berdampak pada perekonomian DIY. Dampaknya memang tidak serta merta. Selain itu, harus ada program ikutan di dalamnya.
Dia menjelaskan ada beberapa segmen perekonomian. Pertama, segmen yang digerakkan oleh jual beli komoditas alam, baik tambang, hasil hutan, dan lainnya. Meski hasilnya besar, namun nilai tambahnya tipis dan kurang sustain.
Selanjutnya perekonomian yang bergerak ke arah industri. Misalnya saja kopi, jika dijual dalam bentuk komoditas hitungannya adalah kuintal, tetapi jika diproses dan dikemas dengan baik, hitungannya menjadi gram dengan nilai yang lebih tinggi lagi.
"Sekarang ada gejala ekonomi itu bergerak ke arah ekonomi jasa dan gaya hidup. Sama-sama kopi tapi yang dijual adalah cerita. Nah Sumbu Filosofi juga gaya hidup dalam tanda kutip. Orang sekarang beli pengalaman, membeli cerita, jadi Sumbu Filosofi ini bukanlah sebuah benda," kata dia, Rabu (20/9/2023).
BACA JUGA: Sumbu Filosofi Jadi Warisan Budaya Dunia, Sultan Jogja: Pengelolaan Akan Melibatkan Masyarakat
Tetapi yang dibeli orang adalah cerita dibalik benda yang dihargai oleh UNESCO. Ini bisa mendorong perekonomian jika menjadi bagian dari pariwisata DIY. "Jadi kalau dilihat Tugu ya cuma kecil dibandingkan Monas belum ada apa-apanya. Tapi cerita history yang generate. Membuat orang ingin datang, kemudian ekonomi ikutannya kalau orang datang pasti makan, pasti nginep ada trasnportasi beli oleh-oleh, beli fashion dan lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, memaknai Sumbu Filosofi tidak hanya dari Jalan Krapyak ke Keraton ke Tugu saja. Namun lebih luas lagi diharapkan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarkat.
"Setidaknya kalau sumbunya kan jalan itu bisa kita dilebarkan sampai ke sebelah Barat Sungai Code, sebelah Timur Sungai Winongo. Jadi masyarakat harus siapkan sosial, budaya, ekonomi, harus disiapkan."
Dia mencontohkan, banyak jalan yang lebih lebar dan bagus, tapi wisatawan memilih datang ke Malioboro. Dibandingkan Tugu Jogja juga banyak bangunan lain yang lebih tinggi dan megah. "Inilah yang kami kemas. Di balik benda itu ada aura dalam tanda kutip itulah yang kami jadikan sebagai ikutannya pariswisaa gaya hidup dan lainnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
IHSG ditutup naik 0,80 persen ke level 6.236,13 pada Jumat, didorong sentimen positif dari bursa Asia, AS, China, dan faktor domestik.
KTP dicatut untuk pinjol ilegal bisa merusak skor kredit. Simak cara cek penggunaan NIK secara gratis melalui iDebku OJK dan langkah yang harus dilakukan jika m
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.