Advertisement
Ekonom Indef Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen di 2026
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ekonom Senior Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Aviliani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5%–5,2%, lebih baik dibandingkan tahun ini. Proyeksi tersebut didukung oleh sejumlah faktor, terutama daya beli masyarakat dan percepatan investasi dari swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurut Aviliani, capaian pertumbuhan minimal 5% sangat mungkin diraih dengan catatan pemerintah menjaga daya beli sekaligus memberi ruang investasi yang lebih luas kepada sektor swasta dan BUMN.
Advertisement
“Perkiraan 5%–5,2% ini menunjukkan bahwa sebenarnya kita harus lebih optimistis,” ujarnya dalam diskusi daring bertajuk Peran Media dan Industri Asuransi Membentuk Kepercayaan Publik dan Optimisme Terhadap Masa Depan Ekonomi Indonesia 2026, Selasa (9/12/2025).
Ia menilai pemerintahan baru yang telah berjalan satu tahun mulai menunjukkan arah yang lebih jelas, sehingga kecenderungan wait and see di kalangan pelaku usaha berangsur berkurang.
BACA JUGA
Aviliani menambahkan Indonesia tetap menjadi negara berkembang yang menarik bagi investor asing. Arus modal asing yang masuk menjadi bukti bahwa Indonesia masih dipandang menjanjikan, meskipun daya beli sebagian masyarakat melemah.
“Meski daya beli ada penurunan, tetap saja kita bisa 5%. Ada kelas yang tidak terganggu dengan daya beli. Masalahnya pemerataan, tugas pemerintah memastikan pertumbuhan 5% itu merata dan lebih berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan Allianz Life Indonesia, Hasinah Jusuf, mengatakan industri asuransi nasional masih tumbuh solid hingga 2025 meski tekanan ekonomi global belum mereda. Berdasarkan data hingga Juli 2025, total pendapatan premi mencapai Rp194 triliun atau tumbuh 0,7%.
“Premi asuransi umum juga tumbuh lebih tinggi 2,67% menjadi Rp91 triliun,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan industri, tingkat permodalan atau Risk Based Capital (RBC) masih berada pada level aman. RBC asuransi jiwa tercatat di 471% dan asuransi umum di 312%, jauh di atas batas minimum 120% yang ditetapkan OJK.
Dia menambahkan, prospek industri asuransi pada 2026 masih positif didukung digitalisasi, penguatan kelas menengah, serta stabilitas ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Libur Lebaran 2026, Sleman Diprediksi Dikunjungi 250-400 Ribu Orang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Rontok, Bursa Asia Melonjak: Kospi Naik 5 Persen
- Tarif Tol Semarang-Batang Naik, Ini Rinciannya
- Konsumsi Naik Saat Ramadan dan Lebaran Daya Beli Masih Tertekan
- DJP Pertimbangkan Perpanjangan Batas Lapor SPT 2026
- Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM Meski Harga Minyak Dunia Naik
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri 24 Kompak Naik
- Layanan BRI dan BNI Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwalnya
Advertisement
Advertisement








