Pilur dan Pilur PAW di DIY Digelar Serentak, Warga Diminta Tak Terpecah
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Investasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo memproyeksikan ekonomi nasional dan DIY pada Kuartal IV 2023 masih akan tumbuh di kisaran 5%. Menurutnya beberapa sektor akan mengalami penurunan khususnya pertanian, akibat kondisi iklim.
Apalagi jika sampai November belum ada hujan, kontribusi dari sektor pertanian ke ekonomi akan semakin menurun. Meski masih tumbuh positif, namun akan lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Kalau bicara pertumbuhan ekonomi Kuartal IV 2023 secara agregat saya kira masih tumbuh positif sekitar 5%, rata-rata akumulasi sampai akhir tahun tahun. [5%] nasional dan DIY gak jauh beda," ucapnya, Senin (23/10/2023).
BACA JUGA : Buruh di DIY Minta UMP Tahun Depan Naik sampai 50 Persen, Ini Alasannya...
Akan tetapi, kata Sri, jika November sudah hujan secara umum setidaknya akan sama atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Efek El Nino sudah berdampak di DIY, dia berharap agar penurunan sektor pertanian bisa terakselerasi oleh pertumbuhan sektor lain.
"Pertanian overall kalau sampai November belum hujan, pertumbuhan keseluruhan ini bisa turun pada Kuartal IV dibandingkan kuartal yang sama kemarin," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan kekeringan berdampak pada sub sektor pertanian dalam arti luas. Namun yang paling terdampak adalah sektor tanaman pangan dan juga perikanan non laut.
"Tanaman pangan yang terdampak karena air gak ada, perikanan beberapa perikanan yang produksi di waduk mulai kekeringan, kalau laut relatif lancar. Peternakan gak berdampak banyak, kehutanan juga gak terlalu berdampak, jadi yang paling berdampak kalau bicara sektor pertanian adalah tanaman pangan dan perikanan non laut."
Sektor-sektor lain yang mulai tumbuh seperti pariwisata yang berkaitan dengan hotel, makan minum, hingga Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE). Di akhir tahun menurutnya akan banyak kantor-kantor, kementerian dan lainnya yang melakukan pertemuan.
"Ini akan mendorong atau menutup nanti penurunan sektor pertanian, akan ditutup sektor lain, atau sub sektor lain. Mudah-mudahan bisa kelimpahan cukup banyak aktivitas MICE dan turunannya, nanti bisa akselerasi, generate pertumbuhan ekonomi DIY, syukur-syukur bisa lebih tinggi dari nasional," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Rabu 7 Oktober 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap.
Museum Anaia & Alisha di Kaliurang menghadirkan sejarah rempah, busana Nusantara, edukasi lingkungan, dan konsep warisan lintas generasi.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Simak cara pesan dan yang perlu disiapkan.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.