RSUP Sardjito Hemat Biaya Operasional 75 Persen Usai Pakai Gas Bumi
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai dengan 5 Januari 2024 terdapat 29 perusahaan masuk dalam daftar antrian penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) BEI.
Dari 29 perusahaan yang antre IPO 19 diantaranya merupakan perusahaan aset skala menengah (antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar). Lalu 2 lainnya aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), dan 8 perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp250 miliar).
"Hingga saat ini, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Sabtu (6/01/2024).
BACA JUGA: Kapolri Bangun Sumur Bor di Gunungkidul untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Jika dirinci berdasarkan sektor 29 perusahaan yang antre IPO terdiri dari 3 perusahaan sektor basic materials, 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 4 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor energy, 5 perusahaan dari sektor industrials.
"2 perusahaan dari sektor infrastructures, 1 perusahaan dari sektor properties & real estate, 5 perusahaan dari sektor technology, dan 1 perusahaan dari sektor transportation & logistic," lanjutnya.
Sementara sampai 5 Januari 2024 tercatat ada 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp0,13 triliun.
Sebelumnya, BEI Yogyakarta menyampaikan satu UMKM yang berencana IPO pada 2023 masih terkendala beberapa persyaratan. Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan kendala tersebut membuatnya menunda IPO dan dimungkinkan baru akan dilakukan 2024.
BACA JUGA: Lampaui Target, Penerimaan Pajak DIY 2023 Rp6,01 Triliun
Akan tetapi, kata Irfan, untuk perusahaan kelas menengah, atau masuk Kategori Papan Pengembangan, ada satu perusahaan dari DIY yang berhasil IPO pada 30 November 2023 lalu. Perusahaan tersebut adalah PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM).
Perusahaan kelas menengah tersebut bergerak dalam bidang usaha peternakan dan rumah potong ayam, dan masuk dalam sektor barang konsumen primer.
"Semoga kedepan dari DIY akan segera bermunculan perusahaan-perusahaan yang IPO dari berbagai skala besar, menengah, maupun skala UMKM, sehingga pasar modal di DIY kedepan akan semakin bertumbuh," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.