Soetta Sambut Airbus A380 Emirates untuk Chelsea vs AC Milan
Bandara Soekarno-Hatta siap melayani operasional perdana Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung laga Chelsea vs AC Milan.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 meleset dari target, yakni 5,3% menjadi 5,05%. Namun angka tersebut lebih tinggi dari lembaga internasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekonomi Indonesia pada 2023 yang mencapai 5,05% sepanjang 2023. Angka tersebut tercatat meleset dari target pemerintah yang sebesar 5,3%. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan capaian tersebut lebih tinggi dari perkiraaan sejumlah ekonom bahkan lembaga internasional. “Angka ini lebih tinggi dari consensus forecast pada waktu itu diperkirakan pertumbuhan ekonomi kita pada 2023 adalah 5,03 persen,” ungkapnya dalam Konferensi Pers di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (5/2/2024).
Dia mengatakan pertumbuhan yang lebih rendah 0,15% dari target pemerintah tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 4,82% dan menyumbang 2,55% terhadap pertumbuhan secara umum. Di samping itu, Airlangga menekankan terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi di tengah situasi eksternal yang penuh ketidakpastian ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menstimulasi ekonomi pada kuartal IV/2023. Insentif tersebut antara lain, sektor perumahan terdapat kebijakan PPN ditanggung pemerintah (DTP) 100%, kemudian subsidi biaya administrasi bagi perubahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Penebalan bansos untuk mitigasi El Nino menjaga daya beli serta akselerasi dari penyaluran KUR,” tutur Airlangga.
Baca Juga
Ekonom Yakini Pertumbuhan Ekonomi DIY 2023 Kisaran 5,5 Persen
Perekonomian DIY Tahun Lalu Mencapai 5,07%, Begini Catatan BPS DIY
Bila melihat target Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam outlook ekonomi makro 2023 yang dipaparkan pada 2 Januari 2024 lalu, angka 5,05% sudah tepat sasaran. Sebelumnya, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar menjelaskan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2023 salah satunya disebabkan oleh perekonomian global yang mengalami perlambatan.
Selain itu, melambatnya pertumbuhan ekonomi juga disebabkan oleh fenomena El Nino yang berkepanjangan. ”[El Nino] menyebabkan salah satu lapangan usaha, terutama pertanian melambat, terutama pada paruh kedua tahun 2023,” lanjutnya.
Dia melanjutkan, dari sisi pengeluaran, sumber ekonomi Indonesia tetap ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,96%. Selain itu, kinerja eksporjuga ditopang oleh ekspor jasa karena adanya peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bandara Soekarno-Hatta siap melayani operasional perdana Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung laga Chelsea vs AC Milan.
Warmindo di Mlati Sleman terbakar diduga akibat kebocoran gas yang memicu ledakan. Tiga karyawan mengalami luka bakar.
Kelurahan Keparakan membagikan telur omega dan susu kepada anak berisiko stunting melalui program PMT pada September 2026.
Kekeringan Kulonprogo meluas ke tujuh kapanewon. BPBD telah menyalurkan 1,8 juta liter air dan memperpanjang siaga darurat hingga 31 Desember.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.