Advertisement

Inflasi RI pada Februari 2024 Terjaga Berkat Ini Dua Hal Ini

Newswire
Jum'at, 01 Maret 2024 - 22:37 WIB
Mediani Dyah Natalia
Inflasi RI pada Februari 2024 Terjaga Berkat Ini Dua Hal Ini Pertumbuhan ekonomi ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2024 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus satu persen karena konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antarpihak.

"Inflasi yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Advertisement

Sinergi tersebut terjalin antara BI dan Pemerintah Pusat dan daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di berbagai daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK Februari 2024 tercatat sebesar 0,37 persen month to month (mtm), sehingga secara tahunan menjadi 2,75 year on year (yoy).

Erwin mengatakan ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024.

Baca Juga

Kenaikan Harga Beras Bikin Inflasi DIY Februari 2024 Capai 0,39 Persen

Waspadai Potensi Inflasi selama Ramadan

Rupiah Menguat Setelah BPS Rilis Data Inflasi

Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Februari 2024 tercatat sebesar 0,14 persen (mtm), lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,20 persen (mtm). Realisasi inflasi inti tersebut disumbang terutama oleh inflasi komoditas minyak goreng, nasi dengan lauk, dan emas perhiasan. Secara tahunan, inflasi inti Februari 2024 tercatat sebesar 1,68 persen (yoy), stabil dari inflasi bulan sebelumnya.

Sementara inflasi kelompok volatile food meningkat. Kelompok volatile food pada Februari 2024 mencatat inflasi sebesar 1,53 persen (mtm), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,01 persen (mtm). Peningkatan inflasi volatile food itu disumbang terutama oleh inflasi komoditas beras, cabai merah, dan telur ayam ras. Peningkatan inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi bawang merah, tomat, dan cabai rawit.

Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 8,47 persen (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 7,22 persen (yoy). Inflasi kelompok administered prices tercatat meningkat. Kelompok administered prices pada Februari 2024 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang deflasi sebesar 0,48 persen (mtm).

Peningkatan tersebut disumbang oleh inflasi sigaret kretek mesin sejalan dengan kenaikan cukai rokok yang ditransmisikan secara bertahap terhadap harga jual oleh produsen.

Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices menjadi sebesar 1,67 persen (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,74 persen (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Alert! Stok Darah di DIY Menipis, PMI Dorong Instansi Gelar Donor Darah

Jogja
| Sabtu, 20 April 2024, 13:47 WIB

Advertisement

alt

Kota Isfahan Bukan Hanya Pusat Nuklir Iran tetapi juga Situs Warisan Budaya Dunia

Wisata
| Jum'at, 19 April 2024, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement