Advertisement

Industri Pengolahan DIY Triwulan I Tumbuh 4,71 Persen, Ini Tanggapan Kadin DIY

Anisatul Umah
Selasa, 14 Mei 2024 - 10:27 WIB
Sunartono
Industri Pengolahan DIY Triwulan I Tumbuh 4,71 Persen, Ini Tanggapan Kadin DIY Ilustrasi investasi / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat industri pengolahan pada triwulan I 2024 tumbuh 4,71% secara (year-on-year/yoy) dan memberikan andil 12,07% atas pertumbuhan ekonomi DIY. Secara tahunan ekonomi DIY triwulan I 2024 tercatat tumbuh 5,02%.

Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kadin DIY, Timotius Apriyanto mengatakan kondisi industri DIY triwulan I 2024 tidak sesuai harapan. Sebab menurutnya banyak pabrik di DIY yang kapasitas produksinya tidak sampai 100%, hanya di kisaran 60-70%.

BACA JUGA : Kucurkan Investasi Rp400 Miliar, Ini Bisnis Timah Hashim Djojohadikusumo Adik Prabowo Subianto

Advertisement

Menurutnya saat ini pasar domestik juga sedang lesu. Timotius menyebut sektor riil seperti properti juga belum bergerak. "Kondisi kapasitas produksi kami gak ada yang 100%," ucapnya, Selasa (14/5/2024).

Dia meminta agar pemerintah memberikan insentif baik melalui kebijakan fiskal dan moneternya. Lalu terobosan perizinan sehingga bisa mendorong iklim investasi, baik investasi dari asing maupun dalam negeri.

Timotius berpandangan jika ekonomi tumbuh mestinya paralel dengan kinerja investasi. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi bisa didorong oleh peningkatan volume transaksi dan investasi. "Consumption baik ritel maupun government spending ataupun juga investasi," tuturnya.

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan lima sektor utama yang kontribusinya paling besar di DIY adalah industri dengan andil 12,07%, pertanian 10,87%, akomodasi dan makan minum 10,41%, Infokom 9,8%, dan konstruksi 8,69%. Lima sektor utama ini berkontribusi sebesar 51,85% terhadap total perekonomian di DIY.

Menurutnya pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh kenaikan industri makanan dan minuman, industri pengolahan tembakau, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki. Bulan puasa yang jatuh di awal Maret 2024 berdampak pada peningkatan permintaan masyarakat pada produk industri.

"Seperti industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kayu dan barang dari kayu," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

BMKG: Sebagian Besar Kota Besar Diprediksi Hujan, Termasuk Jogja

Jogja
| Sabtu, 25 Mei 2024, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement