Komisi TikTok Shop Turun Jadi Rp60.000, Seller Punya Pilihan
TikTok Shop menetapkan batas komisi dinamis maksimal Rp60.000 per item mulai 16 September 2026.
Paylater/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) mencapai Rp6,13 triliun per Maret 2024. Angka tersebut meningkat 23,90% secara tahunan (year on year/yoy) apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, tingkat kredit macet atau nonperforming financing (NPF) Gross sebesar 3,15% dan NPF Nett sebesar 0,59%. Artinya tingkat pengembalian kredit masih di atas ambang batas yang ditetapkan OJK yakni 5%.
Dengan catatan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkap pihaknya memproyeksikan kinerja dan pertumbuhan perusahaan pembiayaan BNPL akan terus meningkat.
BACA JUGA: BEI DIY Catat Ada Penambahan 3.890 Investor Baru pada April 2024
“Terutama seiring berkembangnya teknologi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi belanja secara online,” kata Agusman seperti dikutip dari Bisnis.com, Rabu (15/5/2025).
Agusman pun melihat bahwa tidak ada indikasi perusahaan pembiayaan yang akan meninggalkan skema bisnis BNPL. Meskipun saat ini industri perbankan sudah masuk ke area tersebut. Beberapa bank yang sudah menghadirkan layanan paylater antara lain BCA, Mandiri, BNI, CIMB Niaga, hingga Allo Bank.
“Tidak ada bukti-bukti yang menunjukan bahwa perusahaan pembiayaan meninggalkan BNPL ini karena perbankan masuk ke area tersebut,” ungkapnya
Dari sisi pengguna, PT Pefindo Biro Kredit (IDScore) sebelumnya mencatat nasabah paylater didominasi oleh generasi milenial pada 2023.
Generasi milenial merupakan kelompok demografi yang lahir di antara tahun 1981 hingga 1996. Pengguna paylater dengan kelompok usia sekitar 28-43 tahun tersebut rata-rata mencapai 6,99 juta debitur per bulan.
Kemudian disusul generasi Z di mana rata-rata pengguna per bulan mencapai 4,59 juta debitur. Generasi Z sendiri merupakan mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012.
BACA JUGA: OJK: Kerugian Penyelenggara Pinjol Menurun di Angka Rp27,3 Miliar
“Pada 2023, jumlah pengguna paylater pada generasi milenial lebih mendominasi dibandingkan Gen Z. Per Desember 2023, milenial mendominasi sebanyak 52,13% kemudian diikuti oleh Gen Z sebanyak 35%,” tutur Yohanes Arts Abimanyu, selaku Direktur Utama IDScore kepada Bisnis, Kamis (7/2/2024).
Generasi X yang lahir pada 1965–1980 juga menggunakan layanan tersebut. Adapun jumlah pengguna paylater dengan kelompok tersebut mencapai rata-rata 1,62 juta debitur per bulan. Sementara baby boomer yang lahir antara 1946–1964 sekitar rata-rata 86.332 debitur per bulannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
TikTok Shop menetapkan batas komisi dinamis maksimal Rp60.000 per item mulai 16 September 2026.
AI Muse Meta memberikan alamat rumah pengguna kepada calon pembeli. Kasus ini bermula dari salah tafsir pengaturan izin.
Operasional Pos Damkar Bokoharjo Sleman belum berjalan karena kebutuhan personel. BKPP masih menunggu kepastian formasi dari pemerintah pusat.
Honda kembali menggandeng Red Bull di MotoGP 2027. Kerja sama ini juga berdampak pada Fabio Quartararo yang meninggalkan Monster Energy.
Media asing menyoroti reshuffle Kabinet Prabowo, terutama pergantian Menlu Sugiono oleh diplomat karier Arrmanatha Nasir.
Sembilan tahun Batik Enom, Devie Fransisca membuktikan batik bisa menjadi pakaian sehari-hari melalui inovasi warna, desain, hingga jersey batik.