Advertisement
Akhir Pekan Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Mahal
Ilustrasi pedagang bawang merah - JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Akhir pekan, lonjakan harga terjadi pada sejumlah bahan pangan. Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas) lonjakan harga terjadi pada komoditas beras, bawang merah, cabai rawit merah, telur ayam, hingga minyak goreng.
Berdasarkan data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sabtu (22/6/2024) pukul 11.44 WIB harga beras premium naik 0,84% menjadi Rp15.540 per kg dan beras medium naik 0,82% menjadi Rp13.510 per kg.
Advertisement
Tak hanya beras, harga bawang merah juga naik 0,07% menjadi Rp41.730 per kg dari hari sebelumnya sedangkan harga bawang putih bonggol turun 0,19% menjadi Rp41.770 per kg.
Di sisi lain, harga cabai rawit merah naik 0,37% menjadi Rp49.420 per kg, sementara harga cabai merah keriting turun 0,26% menjadi Rp57.680 per kg.
Kenaikan harga pangan juga terjadi pada komoditas daging sapi murni yang naik 0,69% menjadi Rp136.390 per kg. Harga daging ayam ras naik 0,62% menjadi Rp37.090 per kg dan telur ayam ras naik 0,57% menjadi Rp29.950 per kg.
BACA JUGA: Sebuah ATM di Condongcatur Sleman Dirusak, Polisi Kejar Pelaku
Tak hanya itu, harga kedelai biji kering (impor) naik 0,17% menjadi Rp12.070 per kg sedangkan harga gula konsumsi naik 0,44% menjadi Rp18.190 per kg.
Lebih lanjut, harga minyak goreng kemasan sederhana naik 0,62% menjadi Rp17.960 per kg. Sementara itu, harga minyak goreng curah turun 0,13% menjadi Rp15.820 per kg.
Komoditas pangan lainnya yang naik yaitu harga tepung terigu curah menjadi Rp10.360 per kg atau naik 0,29% dan harga tepung terigu non-curah naik 0,60% menjadi Rp13.370 per kg. Harga jagung tingkat peternak naik 1,07% menjadi Rp5.680 per kg.
Di samping itu, harga pangan ikan hari ini bervariasi. Adapun, harga ikan kembung naik 2,42% menjadi Rp38.450 per kg. Sementara ikan tongkol turun 0,16% menjadi Rp31.880 per kg, sedangkan ikan bandeng turun 2,20% menjadi Rp32.470 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
Advertisement
Advertisement





