Advertisement
Viral Pedagang di Mandala Krida dapat Uang Palsu, Ini Penjelasan BI DIY
Tangkapan layar akun X merapi_uncover.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Seorang pedagang mengeluh dapat uang palsu di acara Mandala Krida Expo. Melansir dari postingan akun X @merapi_uncover pedagang tersebut cerita berjualan di event tersebut pada malam Minggu.
Saat sedang ramai-ramainya ada pembeli yang membayar dengan uang palsu pecahan Rp50.000. Karena tidak tahu, penjual tersebut memberikan uang kembalian. Ia mengingatkan kepada pedagang lain untuk lebih teliti. Agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Advertisement
"Kami tentunya kasih kembalian, karena dari awal ga ada orang yang belanja senilai Rp50.000," tulisnya.
BACA JUGA: BPBD DIY Mewaspadai Potensi Kebakaran Lahan di Areal Gunung dan Perbukitan
Menanggapi hal ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Ibrahim mengatakan BI punya layanan klarifikasi uang jika ada masyarakat yang meragukan keaslian. Baik masyarakat pribadi, toko, perbankan, instansi dan lainnya. Layanan tersedia di loket BI-CAC (Bank Indonesia Counterfeit Anaysis Center) di setiap Satker BI, termasuk di BI DIY.
Menurutnya jika dinyatakan asli maka akan kami kembalikan kepada masyarakat tersebut dan ditukarkan apabila kondisinya rusak. Tetapi apabila terbukti palsu setelah dicek ciri-ciri keasliannya maka akan dibuatkan laporan dan bukti penyerahan uang palsu tersebut dari masyarakat ke BI.
"Fisik uang palsu tersebut kemudian diteruskan ke pihak Kepolisian untuk proses lebih lanjut," paparnya, Senin (24/6/2024).
Ia menjelaskan, BI terus melakukan upaya peningkatan literasi kepada berbagai lapisan masyarakat. Antara lain kepada pelajar, mahasiswa, UMKM, asosiasi maupun masyarakat umum melalui edukasi atau sosialisasi pengenalan keaslian Rupiah melalui Gerakan Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP).
BI juga terus mensosialisasikan materi terkait pembayaran non tunai QRIS kepada masyarakat, pelaku usaha khususnya UMKM. Penggunaan QRIS bisa mencegah peredaran uang palsu, tidak perlu menyediakan uang kembalian, dan membantu menyusun profile keuangan UMKM yang bermanfaat dalam membuka akses keuangan.
"Memberikan manfaat dan kemudahan kepada masyarakat luas," jelasnya.
Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, upaya perluasan atau akuisisi QRIS kepada merchant/UMKM dikerjasamakan dengan perbankan, pemerintah daerah (Pemda) dan instansi terkait, disertai promo menarik.
"Terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah merchant dan pengguna QRIS," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pagu Dana Desa 2026 di Gunungkidul hanya Rp300 Jutaan Per Kalurahan
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Harga Emas Hari Ini Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data AS
- China Larang Ekspor Dwiguna ke Jepang, Fokus Sektor Militer
- Ekspor DIY Terkoreksi, Industri Pengolahan Masih Dominan
Advertisement
Advertisement



