Festival Teater DIY 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Belajar dan Berkarya
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
Suasana Pelatihan dan Uji Kompetensi Kewirausahaan DinKopUKM DIY di Hotel Tara, Kota Jogja, Senin (8/7/2024).Harian Jogja/Sirojul Khafid
JOGJA—Sebanyak 25 pelaku usaha mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Kewirausahaan yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) DIY.
Pelatihan dan uji kompetensi yang digelar di Hotel Tara, Kota Jogja selama empat hari mulai 8-11 Juli 2024 ini merupakan lanjutan dari pelatihan Manajemen Tata Kelola Usaha yang sebelumnya telah diselenggarakan.
Para peserta yang menjadi mitra Sibakul Jogja, mendapatkan materi dari praktisi sampai akademisi. Di akhir kegiatan, mereka akan mengikuti tes. Bagi yang lolos, maka mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi.
Plh. Kepala Dinkop-UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan meski nantinya para peserta mendapat sertifikat kompetensi, tetapi bukan selembar kertas itu yang kemudian menjadi kebanggaan.
Akan tetapi yang lebih penting, ilmu yang mereka dapat bisa terimplementasikan dalam usahanya masing-masing. “Apalah arti sertifikat kalau bisnisnya masih begitu-begitu saja. Pelaku UKM perlu semakin paham visi, pasar, sampai segmen dari usahanya. Ini yang kami harapkan bisa dibagikan oleh para narasumber materi dan asesmen,” kata Wisnu saat membuka Pelatihan dan Uji Kompetensi Kewirausahaan DinkopUKM DIY di Hotel Tara, Senin.
Para kader wirausaha ini nantinya juga menjadi mitra DinkopUKM DIY. Dengan kolaborasi bersama, harapannya UKM di DIY bisa semakin naik kelas. Wisnu berpesan pada para UKM untuk menjaga semangat, komitmen, dan terus konsisten.
Antarpelaku UKM,imbuh Wisnu, selayaknya juga membangun ekosistem yang sehat. Salah satunya dengan saling mendukung satu sama lain. “Komunitas peserta ini perlu terus terjaga, perlu terus menjalin hubungan baik dengan sesama peserta dan elemen yang ada di dinas. Mari kembangkan ekosistem bisnis ini agar semakin maju, dinikmati semua prosesnya” katanya.
Pada rangkaian pelatihan ini, peserta akan mendapat beberapa materi kewirausahaan, mulai dari survei pasar, survei bahan baku, proses produksi, kewirausahaan berbasis SDG’s, penyimpanan bahan baku, sampai pengadaan alat produksi.
BACA JUGA: Duh, Beberapa Pegawai KPK Terlibat Main Judi Oline
Kebutuhan Pelanggan
Salah satu pemateri, Trainer UKM, Kusbeni Abdullah, membagikan ilmu usaha berjudul Strategi Survei Pasar Atas Sebuah Produk. Dia menekankan pentingnya menyandingkan survei pasar dengan digital marketing.
Setidaknya ada tiga tujuan utama yaitu memahami kebutuhan pelanggan, mengevaluasi potensi pasar, dan menganalisis persaingan. Dalam memahami kebutuhan pelanggan misalnya, perlu mengidentifikasi apa yang pelanggan cari, masalah yang bisa disesuaikan, dan preferensinya. Saat sudah menemukan pasar, bisa disandingkan dengan teknik digital marketing yang spesifik.
“Misal orang mencari kue ulang tahun, jangan cuma pasang kata kunci kue ulang tahun, tetapi ditambahin kue ulang tahun bisa cepat jadi. Karena pelanggan sekarang butuh yang cepat, apalagi kalau bisa murah, itu poin khusus,” katanya.
Salah satu peserta pelatihan, Anis Dwi Prahastiwi, merasakan kemudahan belajar tentang dunia usaha sejak bergabung dalam komunitas Sibakul Jogja. Setelah bergabung, anggota bisa mendaftar dan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dinas selenggarakan.
“Pelatihannya macam-macam, kami butuhnya pelatihan apa disesuaikan saja. Saya enggak ikutin semua, yang saya butuh saja. Karena setiap pelatihan ada pekerjaan rumahnya, harus diimplementasikan ke usaha kita, enggak ikut terus materinya ilang,” kata pemilik usaha kuliner bernama ADP Home Kitchen ini.
Sementara untuk sertifikasi, Anis menganggap penting untuk melihat kemampuannya. “Bisa lebih tertata, detail mana yang perlu mana yang enggak, perlu memilah dan memilih. Dari sertifikasi bisa lebih efektif dan efisien, masuk pasar yang lebih tepat, enggak cuma asal jalan aja, perlu tujuan jelas ke depan,” kata warga Srandakan, Bantul tersebut. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
PSIM Jogja memburu tiga poin perdana saat menghadapi Persebaya di GBT. Laskar Mataram siap menghadapi atmosfer puluhan ribu Bonek.
Marc Marquez juara Sprint Race MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano. Bezzecchi kedua, Jorge Martin ketiga. Simak jalannya balapan.
Apple baru saja merilis iPhone Duo, terlambat delapan tahun dari Royole Flexpai. Simak sejarah ponsel lipat dan prediksi pasar dari IDC dan Counterpoint.
Veda Ega Pratama akan start P16 di Moto3 San Marino 2026. David Almansa merebut pole position dengan waktu 1:40,612.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama. Rodrigo Varanda mencetak gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit.