Sultan HB X Soroti Komunikasi Keluarga Jelang Harganas 2026
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Pekerja mengangkut karung pupuk urea di gudang lini 3 Jatibarang pupuk Kujang, Indramayu, Jawa Barat belum lama ini. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah berencana mengganti pupuk subsidi menjadi bantuan langsung tunai (BLT) kepada petani. Menanggapi rencana ini Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, Oki Wijaya menyebut rencana ini ada plus minusnya.
Dia menjelaskan ada beberapa alasan dibalik rencana perubahan ini. Pertama, subsidi pupuk yang tidak tepat sasaran. Di mana subsidi tidak selalu diterima oleh petani yang benar-benar membutuhkan. Atau pupuk bersubsidi justru dijual di pasar bebas dengan harga lebih tinggi. Akibatnya, petani kecil sering tidak mendapatkan manfaat dari subsidi ini.
Kedua, pemerintah berharap bisa lebih mudah mengawasi penyalurannya. Ketiga, BLT dianggap lebih efisien dari segi anggaran karena mengurangi biaya distribusi dan birokrasi yang terkait dengan subsidi pupuk fisik.
"Terakhir meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah berharap petani bisa mendapatkan kebebasan lebih dalam mengatur kebutuhan mereka," kata Oki, Rabu (18/9/2024).
Akan tetapi menurutnya di sisi lain perubahan ini juga punya tantangan. Seperti potensi penyalahgunaan BLT untuk kebutuhan non-pertanian yang tidak mendukung produktivitas pertanian. Selain itu juga akan menyebabkan harga pupuk melonjak.
Menurutnya, kenaikan harga pupuk bisa berdampak negatif khususnya bagi petani, sektor pertanian, dan ekonomi secara keseluruhan. Di antaranya biaya produksi pertanian meningkat, produktivitas menurun, pendapatan menurun, hingga penurunan daya saing pertanian.
Lebih lanjut dia mengatakan pola penyaluran pupuk yang ideal sangat penting untuk memastikan efisiensi, ketepatan sasaran, dan optimalisasi produktivitas dalam sektor pertanian. Ia menyebut dalam teori ekonomi pertanian dan pemasaran pertanian, ada beberapa konsep yang relevan untuk merancang pola penyaluran pupuk secara ideal.
"Yaitu efisiensi pasar, aksesibilitas, ketepatan alokasi sumber daya, serta pembentukan harga yang adil," tuturnya.
BACA JUGA: Pemerintah Diminta Fokus Distribusi Pupuk Bersubsidi Ketimbang BLT
Oki menjelaskan, untuk mencapai efisiensi penyaluran pupuk ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, penetapan harga yang transparan dan efisien. Contohnya subsidi pupuk dapat dilakukan dalam bentuk subsidi langsung ke petani berdasarkan kebutuhan spesifik lahan dan tanaman, bukan subsidi harga pupuk secara umum.
Pendekatan ini menjaga harga pupuk sesuai pasar. Sementara petani menerima bantuan untuk membeli sesuai dengan kebutuhannya.
Kemudian, distribusi berdasarkan kebutuhan spesifik wilayah. Ia mencontohkan negara bisa menggunakan sistem digital berbasis data yang mengidentifikasi wilayah dan kebutuhan lahan. Seperti di India yang sudah menggunakan Soil Health Card (Kartu Kesehatan Tanah) untuk mengukur kebutuhan pupuk dan jenis tanah.
"Lalu menyediakan pupuk yang sesuai dengan rekomendasi tersebut."
Selanjutnya, penggunaan teknologi untuk distribusi dan pelacakan, kemitraan antara pemerintah dan swasta dalam distribusi, subsidi yang lebih terarah, hingga pemberian edukasi untuk penggunaan yang efektif.
Sebelumnya, melansir dari JIBI/Bisnis.com Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Vivi Yulaswati menyebut rencana transformasi mekanisme penyaluran subsidi pupuk langsung ke petani merupakan arahan Presiden Joko Widodo.
Basis distribusi subsidi akan berubah, dari sebelumnya kepada kelompok tani menjadi kepada masing-masing individu petani.
"Ini arahan Presiden, kemudian juga dilakukan tentunya melalui transfer direct cash," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.