Menteri Wihaji Minta TPK Turun Lapangan, Percepat Penanganan Stunting
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Oktober 2024 DIY mengalami inflasi 0,09% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 1,57%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,57%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran secara mtm penyumbang inflasi Oktober adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,33% dengan andil 0,10%, penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,12% dengan andol 0,01%, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62% dengan andil 0,04%.
Sementara kelompok pengeluaran penghambat inflasi adalah transportasi sebesar 0,46% dengan andil 0,06%. "Inflasi bulan ke bulan DIY sebesar 0,09% pada Oktober 2024," ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2024).
Dia menjelaskan andil komoditas pendorong inflasi Oktober 2024 secara bulanan di antaranya emas perhiasan 0,04%, kopi bubuk 0,04%, daging ayam ras 0,04%, buncis 0,03%, bawang merah 0,02%. Sementara komoditas penghambat inflasi di antaranya bensin 0,07%, wortel, cabai merah, terong, dan cabai hijau masing-masing 0,02%.
Lebih lanjut dia mengatakan secara tahunan inflasi DIY sebesar 1,57%. Berdasarkan kelompok pengeluaran pendorong inflasi diantaranya makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,21% dengan andil 0,61%, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,46% dengan andil 0,50%, dan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57% dengan andil 0,10%.
BACA JUGA: Harga Pangan Hari Ini 1 November 2024: Minyak Goreng hingga Telur Ayam Naik
Sementara kelompok pengeluaran penghambat inflasi yakni transportasi sebesar 0,38% dengan andil 0,05%, lalu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32% dengan andil 0,02%.
"Andil komoditas dominan pendorong emas perhiasan 0,35%, kopi bubuk 0,17%, gula pasir 0,07%, beras 0,06%, dan buncis 0,05%," tuturnya.
Herum menjelaskan komoditas penghambat inflasi secara tahunan di antaranya bensin 0,15%, dagin ayam ras 0,06%, cabai merah 0,04%, wortel 0,04%, tomat 0,03%.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan secara nasional Oktober 2024 terjadi inflasi sebesar 0,08% secara bulanan. Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,93 pada September 2024 menjadi 106,01 pada Oktober 2024. Sementara secara tahunan terjadi inflasi 1,71% dan tahun kalender sebesar 0,82%.
"Inflasi bulan Oktober 2024 ini mengakhiri tren deflasi yang terjadi sejak Mei 2024," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.
Daftar agenda Jogja Juli 2026: IFBC, festival layangan, geopark night, INACRAFT hingga scooter parade. Gratis dan seru!
Pemkab Bantul turunkan tiket pantai barat jadi Rp5.000 mulai 1 Juli 2026. Strategi dongkrak wisata dan ekonomi pesisir.
Program BSPS naik jadi 400 ribu unit. Pemerintah beri KUR bunga rendah dan pembiayaan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.