Kustomfest 2026 Gelar Charity Riding untuk Korban Kebakaran Hutan
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Oktober 2024 DIY mengalami inflasi 0,09% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 1,57%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,57%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran secara mtm penyumbang inflasi Oktober adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,33% dengan andil 0,10%, penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,12% dengan andol 0,01%, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62% dengan andil 0,04%.
Sementara kelompok pengeluaran penghambat inflasi adalah transportasi sebesar 0,46% dengan andil 0,06%. "Inflasi bulan ke bulan DIY sebesar 0,09% pada Oktober 2024," ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2024).
Dia menjelaskan andil komoditas pendorong inflasi Oktober 2024 secara bulanan di antaranya emas perhiasan 0,04%, kopi bubuk 0,04%, daging ayam ras 0,04%, buncis 0,03%, bawang merah 0,02%. Sementara komoditas penghambat inflasi di antaranya bensin 0,07%, wortel, cabai merah, terong, dan cabai hijau masing-masing 0,02%.
Lebih lanjut dia mengatakan secara tahunan inflasi DIY sebesar 1,57%. Berdasarkan kelompok pengeluaran pendorong inflasi diantaranya makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,21% dengan andil 0,61%, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,46% dengan andil 0,50%, dan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57% dengan andil 0,10%.
BACA JUGA: Harga Pangan Hari Ini 1 November 2024: Minyak Goreng hingga Telur Ayam Naik
Sementara kelompok pengeluaran penghambat inflasi yakni transportasi sebesar 0,38% dengan andil 0,05%, lalu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32% dengan andil 0,02%.
"Andil komoditas dominan pendorong emas perhiasan 0,35%, kopi bubuk 0,17%, gula pasir 0,07%, beras 0,06%, dan buncis 0,05%," tuturnya.
Herum menjelaskan komoditas penghambat inflasi secara tahunan di antaranya bensin 0,15%, dagin ayam ras 0,06%, cabai merah 0,04%, wortel 0,04%, tomat 0,03%.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan secara nasional Oktober 2024 terjadi inflasi sebesar 0,08% secara bulanan. Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,93 pada September 2024 menjadi 106,01 pada Oktober 2024. Sementara secara tahunan terjadi inflasi 1,71% dan tahun kalender sebesar 0,82%.
"Inflasi bulan Oktober 2024 ini mengakhiri tren deflasi yang terjadi sejak Mei 2024," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21. Sebanyak 188 korban dievakuasi, sementara 55 korban masih dalam pencarian.
Corriere dello Sport menyoroti perjalanan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh.
UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1000 dunia THE WUR 2027 dan tercatat di posisi kedua nasional bersama sejumlah kampus Indonesia.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.