Advertisement
Jelang Natal dan Tahun Baru, Menko Zulhas Klaim Stok Beras Aman
Pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Talumolo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (17/11/2023). Indonesia mengimpor beras dari India dan Thailand sebanyak 3 juta ton memperkuat cadangan pangan nasional pada 2024 di tengah pengaruh cuaca Super El Nino. /Antara - Adiwinata Solihin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklaim stok beras menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman.
Ia juga memastikan stok pupuk di sejumlah wilayah seperti Lampung Selatan juga dalam kondisi tercukupi.
Advertisement
"Untuk Natal dan Tahun Baru stoknya cukup dan melimpah. Bahkan stok beras saat ini tertinggi sepanjang Indonesia Merdeka. Paling banyak stok beras sekarang. Jadi tidak usah khawatir, aman," kata Zulhas saat melakukan kunjungan kerja di Pabrik Pengolahan Beras dan Gudang Bulog Lampung, Bandar Lampung, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Zulhas mengatakan pabrik pengolahan beras yang dimiliki oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki teknologi yang canggih, sehingga pengolahan dari gabah menjadi beras bisa dioptimalkan.
Ia pun mendorong agar pabrik tersebut bisa menampung gabah sebanyak mungkin sehingga bisa diolah dan dimanfaatkan untuk masyarakat.
"Tadi saya lihat pabriknya bagus dan canggih tinggal dioptimaliisasikan. Menampunglah gabah sebanyak-banyaknya untuk diolah sebanyak-banyaknya," jelasnya.
BACA JUGA: Update Harga Komoditas Pangan Per Minggu (10/11/2024), Bawang Putih Naik Tipis
Selama kunjungannya, Zulhas turut bertemu dengan sejumlah petani dan pengelola kios pangan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Pertemuan tersebut juga untuk memastikan stok pupuk bagi para petani terpenuhi.
"Kita perlu dengar langsung apa yang dialami petani, kios-kios, dan distributor (pupuk). Sehingga di sini, di Lampung tidak ada keluhan mengenai pupuk. Di sekitar Lampung Selatan pupuk tidak ada masalah," ungkapnya.
Selain itu, ia mengatakan pemerintah juga bakal menggenjot sektor pangan melalui sejumlah cara, salah satunya optimalisasi sawah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan stok pangan dalam negeri aman.
"Yang ada optimalisasi sawah itu menjadi program prioritas. Sawah-sawah yang tidak optimal akan dioptimalkan. Makanya perlu kerja detail dengar langsung dari masyarakat apa yang terjadi," tutup Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Mulai Februari, Beras SPHP Bisa Dibeli hingga 5 Pack
- Harga Emas Sabtu 17 Januari, Galeri24 dan UBS Menguat
- Harga Emas Antam Turun Rp6.000, Kini Rp2,663 Juta per Gram
- Investasi KEK Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun hingga 2025
- Harga Cabai Rawit Rp49.850 per Kg, Telur Rp32.100 per Kg
- Peluang Bisnis 2026 Modal Terjangkau, Ini Ide Usaha Paling Prospektif
Advertisement
Advertisement




