Sidak 4 SPPG di Kota Jogja, Pemda DIY Tekankan Kepatuhan SOP MBG
Pemda DIY menyidak empat SPPG di Kota Jogja untuk memeriksa kebersihan dapur, kepatuhan SOP, dan mencegah kontaminasi makanan MBG.
Judi online - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menyebut ada 960.000 pelajar dan mahasiswa di Indonesia terjerat judi online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menyebut ada 7 alasan kenapa pelajar dan mahasiswa mudah terjerat judi online.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto mengatakan alasan pertama adalah kemudahan akses. Perkembangan teknologi informasi memudahkan pelajar atau mahasiswa mengakses semua situs termasuk situs judi online. Kedua, tekanan finansial dan gaya hidup dari keluarga maupun masyarakat.
BACA JUGA: Pemerintah Disarankan Bikin Aturan Bermain Gawai pada Anak
Ketiga, lingkungan sosial atau pergaulan. Keempat, hormon endorfin, rasa senang dan puas ketika seorang pemain judi online berhasil menang, sehingga membuat efek ketagihan dan sulit dihentikan.
"Sejauh ini belum ada laporan adanya mahasiswa maupun pelajar yang terjerat judi online ke OJK DIY," ucapnya, Sabtu (23/11/2024).
Kemudian alasan kelima adalah kurangnya interaksi dan komunikasi dengan keluarga. Untuk berbagi cerita dan permasalahan yang sedang dihadapi. Keenam, pelajar atau mahasiswa sekarang lebih memilih banyak bermain gadget daripada menyibukkan diri dalam komunitas-komunitas yang positif dan membangun.
"Terakhir semakin banyak judi online berkedok game online yang mudah diakses tanpa batasan usia," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan atas kondisi ini OJK DIY tidak tinggal diam, berbagai upaya pencegahan dilakukan. Di antaranya melakukan kegiatan edukasi keuangan. Menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk segmen pelajar maupun mahasiswa terkait bahaya judi online.
Menurutnya bersama Satgas PASTI Daerah yang juga konsen pada masalah judi online, upaya pencegahan dilakukan dengan diseminasi konten-konten edukasi melalui media sosial. "Di antaranya terkait judi online," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan saat ini judi online sudah menyasar anak-anak di bawah 10 tahun. Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) sebesar 2% atau 80.000.
Irfan mengatakan anak-anak terpapar judi online berawal dari game online. Bahkan sebagian diantaranya menggunakan dana dari pinjaman online untuk bermain judi online.
Menurutnya Indonesia sedang darurat judi online, oleh karena itu perlu bersama-sama memberantasnya. Termasuk BEI DIY ambil peran di dalamnya melakukan sosialisasi investasi yang benar, salah satunya di pasar modal.
"Kalau gak di edukasi sejak dini, bagaimana mau mencapai Indonesia emas," ucapnya. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menyidak empat SPPG di Kota Jogja untuk memeriksa kebersihan dapur, kepatuhan SOP, dan mencegah kontaminasi makanan MBG.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Indonesia diproyeksikan mengalami 19.251 kematian tambahan akibat panas terkait super El Niño pada September 2026 hingga Februari 2027.
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.