Perempuan Kalasan Ditemukan Meninggal, Warga Diimbau Peduli Kerabat
Perempuan 30 tahun di Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal di rumahnya. Polisi mengimbau warga lebih peduli pada kondisi psikologis kerabat.
Study Tour - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut larangan study tour dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta ditambah Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025 menandakan dunia pariwisata sedang sangat tidak baik-baik saja.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan dua kondisi ini bisa dipastikan akan berdampak pada turunnya pendapatan hotel dan restoran di DIY pada 2025 ini. Menyiasati larangan study tour PHRI DIY mencoba melakukan promosi ke daerah baru yang lebih potensial.
"Langkah kami saat ini lebih fokus promosi ke lain daerah yang masih potensial yaitu Jawa Timur,Bali, Lampung, Kaltim," ucapnya, Senin (10/3/2025).
Menurutnya PHRI DIY juga selalu mendorong pemerintah baik pusat dan daerah untuk segera membuka penerbangan langsung dari Thailand ke Yogyakarta International Airport (YIA) PP. Dari sisi internal Deddy menyebut efisiensi besar-besaran dilakukan tanpa mengurangi kualitas hospitality.
Dia berharap momen lebaran bisa mendongkrak okupansi hotel, namun saat ini reservasi masih lambat baru di kisaran 30%-45% periode 28 Maret-6 April 2025. Lambatnya reservasi saat lebaran diduga karena dampak terjadinya bencana alam di beberapa daerah.
"Untuk pembatalan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) rata-rata 35%-45% dan study tour rata-rata 40%-50% sampai dengan saat ini hingga Desember 2025," jelasnya.
BACA JUGA: Hari Pertama Uji Coba Jalan Searah Plengkung Gading, Diberlakukan Dua Jam Pagi dan Sore
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan study tour menjadi market penyumbang kunjungan wisata DIY yang cukup tinggi. Misalnya ke Museum, Keraton, Malioboro, dan lainnya. Larangan study tour akan sangat berdampak pada pendapatan dan besaran kunjungan.
"Secara pasti persentasenya kami sedang minta data dari Asita dan Astindo, namun saat periode libur sekolah market ini dominasinya sangat tinggi," tuturnya.
Bobby mengatakan untuk menyiasati kondisi ini diupayakan negosiasi atas regulasi yang membatasi, namun disisi lain secara realistis harus mulai mencari pasar pengganti. Agar sektor pariwisata DIY bisa tetap bertahan.
Kondisi ini menurutnya juga menjadi pengingat agar pariwisata DIY tidak bertumpu pada pasar klasik. Harus selalu membuat terobosan baru untuk mengembangkan pasar baru yang belum digarap dengan maksimal.
"[pembatalan MICE dan study tour] sudah diatas 75% dari reservasi yang masuk sebelumnya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perempuan 30 tahun di Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal di rumahnya. Polisi mengimbau warga lebih peduli pada kondisi psikologis kerabat.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Roy Suryo menghadiri sidang perdana Dokter Tifa di PN Jakarta Timur. Perkara Roy masih menunggu proses praperadilan di PN Jakarta Selatan.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) semakin mempertegas perannya sebagai motor penggerak perekonomian daerah
Program sertifikasi halal gratis telah menjangkau 1.116 desa wisata dengan 31.548 sertifikat demi memperkuat wisata ramah Muslim.