KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
KAI membuka penjualan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk mudik Lebaran 2026 dengan tarif terjangkau dan kursi lebih nyaman.
Ilustrasi daya beli masyarakat.ist/dok.harianjogja
Harianjogja.com, JAKARTA — Uang beredar dalam arti luas menurut data Bank Indonesia tumbuh 5,7% secara tahunan menjadi Rp9.239,9 triliun terhintung per Februari 2025. Kenapa daya beli masyarakat tetap lesu?
Menurut Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam, naiknya uang beredar tidak mengindikasikan terjaganya daya beli atau tidak. Alasannya, uang beredar secara umum tidak menunjukkan secara spesifik segmentasi keberadaan uang tersebut, alias jumlah uang beredar mencakup semua kelompok masyarakat.
Sementara itu, penurunan daya beli terutama terjadi pada masyarakat kelas menengah. “Sehingga meningkatnya jumlah uang beredar tidak menggambarkan kondisi di masyarakat bawah yang sesungguhnya mengalami penurunan daya beli karena adanya PHK dan lain-lain,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/3/2025).
BACA JUGA: Benarkah Daya Beli Turun? Ini Tanggapan Para Ekonom
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2025 menunjukkan kenaikan sekitar Rp41,5 triliun dari bulan sebelumnya yang senilai Rp9.198,4 triliun menjadi Rp9.239,9 triliun. Utamanya, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,4% YoY dan uang kuasi sebesar 1,8%.
Selain itu, perkembangan M2 pada Februari 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede mengatakan bahwa pada dasarnya tumbuhnya uang beredar dapat menjadi indikasi meningkatnya aktivitas ekonomi, termasuk potensi kenaikan daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Peningkatan ini sejalan dengan pola musiman di mana permintaan uang cenderung meningkat menjelang bulan suci, didorong oleh kebutuhan konsumsi rumah tangga, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), dan peningkatan transaksi sektor perdagangan.
Jika ditelisik lebih rinci dari data survei BI, pertumbuhan M2 nyatanya lebih banyak ditopang oleh komponen uang kuasi seperti tabungan dan deposito. Sementara itu, pertumbuhan komponen M1 (uang kartal dan giro) terlihat lebih stabil.
“Artinya, walaupun ada potensi peningkatan konsumsi, sebagian besar peningkatan likuiditas masih tersimpan di sistem perbankan, belum sepenuhnya terserap ke sektor riil,” ujarnya.
BACA JUGA: Begini Tanggapan Asosiasi Mal DIY Terkait Isu Penurunan Daya Beli Masyarakat
Dengan demikian, Josua melihat tren pertumbuhan M2 saat ini kemungkinan besar bersifat musiman, terutama menjelang Ramadan, dan belum menjadi sinyal struktural dari pemulihan daya beli secara menyeluruh. Untuk menentukan apakah tren ini berkelanjutan, perlu dicermati dinamika inflasi, penyaluran kredit, serta pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2025.
“Jika faktor-faktor tersebut menunjukkan perbaikan konsisten, maka pertumbuhan M2 dapat mencerminkan pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” lanjut Josua.
Saat ini, pelemahan daya beli masih menjadi isu ekonomi Indonesia, bahkan menjelang Ramadan dan Lebaran yang umumnya mengalami peningkatan permintaan. Pelemahan tersebut bahkan tercermin dari prediksi jumlah pemudik maupun perputaran uang selama musim Lebaran yang diperkirakan lebih rendah dibanding tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KAI membuka penjualan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk mudik Lebaran 2026 dengan tarif terjangkau dan kursi lebih nyaman.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.