Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Para pemimpin negara langsung merespons kebijakan tarif timbal balik AS yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. Beragam pernyataan diberikan, mulai dari kecewa hingga berencana kirim delegasi untuk lobi-lobi Gedung Putih.
Trump menetapkan bahwa semua mitra dagang AS akan dikenakan tarif setidaknya 10% ke depannya, sementara negara-negara yang dianggap memiliki hambatan tinggi terhadap barang-barang AS akan menghadapi tarif lebih besar.
Alasannya, seperti yang disampaikan dalam banyak pidatonya, Trump ingin mewujudkan anggaran berimbang (balance budget) alias defisit APBN nol persen terhadap produk domestik bruto dalam masa pemerintahannya.
“Ini adalah deklarasi kemerdekaan kita,” kata Trump di Rose Garden, Gedung Putih dilansir dari Reuters.
BACA JUGA: Alasan Donald Trump Terapkan Tarif Timbal Balik
Produk-produk Indonesia sendiri dikenai tarif bea masuk sebesar 32%. Padahal, sebelumnya hanya 10%—bahkan beberapa barang konsumsi sepenuhnya bebas bea masuk karena Indonesia menikmati fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang diberikan oleh pemerintah AS kepada negara-negara berkembang.
Hingga Kamis (3/4/2025) sore waktu Indonesia, sejumlah negara yang sudah merespons kebijakan tarif baru Trump yaitu Prancis, Australia, Thailand, Afrika Selatan, Inggris, Korea Selatan, Jepang, China, hingga Uni Eropa.
Sementara, Indonesia maupun negara lain yang banyak terdampak seperti Meksiko, hingga Kanada belum memberi respons.
Berikut Tanggapan Para Pemimpin Dunia atas Tarif Timbal Balik Trump:
1. Prancis
Prancis mendesak Uni Eropa untuk menyerang perusahaan teknologi AS sebagai tanggapan atas tarif Trump. Uni Eropa sendiri merupakan Mita dagang terbesar AS.
Sebelumnya, Uni Eropa memang sudah menyatakan akan memberi balasan usai Trump mengumumkan tarif 20% atas barang-barang ekspor di kawasan tersebut.
Juru Bicara Pemerintah Prancis Sophie Primas menyatakan belum ada keputusan resmi terkait mekanisme dan produk yang akan dikenai tarif balasan. Diskusi antara anggota Uni Eropa, sambungnya, masih berlanjut.
“Tetapi kami juga akan menyerang jasa layanan [dari AS] misalnya layanan digital, yang tidak dikenakan pajak saat ini dan bisa saja dikenakan pajak," ujar Sophie dikutip dari Bloomberg.
2. Uni Eropa
Uni Eropa, mitra dagang terbesar AS, berjanji untuk layangkan tarif balasan. Trump sendiri mengumumkan akan kenakan tarif 20% atas barang impor asal Uni Eropa mulai 9 April nanti.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan pengumuman tarif oleh Trump merupakan pukulan telak bagi perekonomian.
"Kami tengah mempersiapkan tindakan balasan lebih lanjut untuk melindungi kepentingan dan bisnis kami jika negosiasi gagal," ujar Von der Leyen dikutip dari Bloomberg.
Von der Leyen sebelumnya mengatakan bahwa Uni Eropa "memegang banyak kartu," termasuk tarif balasan dan menargetkan perusahaan jasa dan teknologi AS.
3. Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pengumuman Trump yang akan menerapkan tarif 10% atas barang-barang impor asal Australia merupakan "keputusan yang buruk."
Kendati demikian, Albanese menyatakan tidak akan menanggapi dengan pungutan balasan. Hanya saja, dia menyatakan tindakan Trump "bukanlah tindakan seorang teman."
Padahal, sambungnya, Australia tidak memiliki tarif atas produk-produk AS. Oleh sebab itu, pengenaan tarif atas barang Australia tidak memiliki dasar logika dan bertentangan dengan dasar kemitraan kedua tersebut.
"Keputusan hari ini akan menambah ketidakpastian dalam ekonomi global, dan akan menaikkan biaya bagi keluarga di Amerika," ujar Albanese dikutip dari Bloomberg.
4. Thailand
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyatakan siap menghadapi dampak tarif timbal balik sebesar 36% yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Dia menyatakan Thailand tengah mengupayakan perundingan dengan AS untuk menurunkan tarif tersebut.
Paetongtarn mengungkap Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan akan memimpin penyusunan strategi untuk menangani dampak negatif tarif Trump itu ke produsen dan eksportir dalam negeri.
Dia menyatakan pemerintah telah menerapkan langkah-langkah untuk mendukung, memperbaiki, dan meringankan dampak negatif bagi eksportir Thailand yang pasar utamanya di AS.
“Thailand telah mengisyaratkan kesiapannya untuk berdiskusi dengan pemerintah AS pada kesempatan pertama guna menyesuaikan neraca perdagangan agar adil bagi kedua belah pihak,” kata Paetongtarn dilansir dari Bloomberg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance