Parkir Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Naik Drastis Saat Libur Panjang
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Penumpang naik turun kereta api di Stasiun Tugu Jogja. - dok/PT KAI Daop 6
Harianjogja.com, JOGJA—Selama momen liburan sekolah, PT KAI Daop 6 mencatat terjadinya lonjakan penumpang kereta api (KA). Berdasar data, pada Januari-Juni 2025 ada 3.217.034 orang penumpang kereta jarak jauh yang berangkat dari wilayah KAI Daop 6. PT KAI juga mencatat peningkatan jumlah penumpang terjadi pada Juni 2025. Pada waktu tersebut ada 643.892 orang penumpang berangkat, dan 639.832 orang penumpang turun.
Manager Humas PT KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, menilai peningkatan jumlah penumpang tersebut lantaran pada masa itu bertepatan dengan liburan sekolah 2025. Menurutnya, tingginya jumlah penumpang kereta api menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api.
Dari jumlah tersebut, Stasiun Tugu Jogja menjadi wilayah dengan penumpang yang naik dan turun tertinggi. PT KAI Daop 6 mencatat total 1.464.408 orang penumpang berangkat, dan 1.435.293 orang penumpang turun di stasiun tersebut.
Kemudian, jumlah penumpang yang naik dan turun tertinggi selanjutnya ada pada Stasiun Lempuyangan dengan 738.868 orang penumpang berangkat, dan 734.219 orang penumpang yang turun.
Dia menilai moda kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Karena itu, PT KAI Daop 6 berupaya meningkatkan pelayanan kualitas layanan kereta api serta optimalisasi fasilitas di stasiun-stasiun utama.
BACA JUGA: Tim SAR Gabungan Berangkat ke Rinjani Evakuasi Pendaki Asal Swiss
“Peningkatan volume penumpang di semester I tahun ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Kami terus berinovasi dan bebenah agar kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” katanya, Rabu (16/7/2025).
Ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta memberikan kenyamanan dan kepastian sehingga memudahkan para penumpang untuk menyesuaikan dan mengatur jadwal perjalanannya. Selain itu peningkatan fasilitas yang dilakukan oleh KAI dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasan lain yang mendorong peningkatan minat masyarakat untuk menggunakan kereta api saat bepergian.
“Peningkatan jumlah penumpang kereta api ini tentu membawa dampak positif, seperti pengurangan kemacetan dan emisi gas buang. Namun, ini juga menjadi tantangan kami ke depan, bagaimana KAI dapat terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang terus meningkat khususnya di Daop 6,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.