Danantara Bangun 141.000 Hunian di Lahan Hibah Meikarta
Danantara akan membangun 141.000 hunian vertikal di lahan hibah Meikarta seluas 30 hektare untuk mendukung program 3 juta rumah.
Laguna View Pantai Depok - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Pusat mendorong agar para kepala daerah di DIY dan Jawa Tengah Bagian Selatan (Jasela) untuk mencari potensi investasi untuk bisa mendukung pembangunan infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY saat berdiskusi dengan DPD RI untuk membahas infrastruktur untuk mendukung dan menggali potensi pertumbuhan ekonomi di DIY dan Jasela.
“Kita juga punya banyak prioritas. Bapak Presiden begitu tegas mengatakan bahwa swasembada pangan, energi, air termasuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat terutama yang kurang mampu ini menjadi agenda utama selain mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” kata AHY di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan DIY dan Jasela mempunyai potensi, tetapi juga memiliki keterbatasan dalam infrastruktur. Dengan demikian, kata dia, konektivitas harus terbangun untuk menunjang pembangunan dan pemerataan wilayah. "Kami sudah menginventarisir berbagai aspirasi baik proyek yang masih dalam perencanaan maupun yang tengah dikerjakan tapi belum bisa sepenuhnya diselesaikan," ungkap AHY.
Dia mengatakan infrastruktur adalah tulang punggung dari setiap target dan agenda prioritas. Jika pemerataan pembangunan di wilayah terjadi, maka ekonomi pun akan tumbuh, karena berkaitan dengan sektor pertanian, industri, dan pariwisata. Menurut dia, kunci dari keberhasilan pembangunan di semua sektor, khususnya infrastruktur adalah jika Astacita visi-misi Presiden Prabowo Subianto bisa selaras dengan agenda prioritas yang diusung oleh para pemimpin di daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
BACA JUGA: Lulusan UNY Sudah Diwisuda Belum Terima Ijazah, Cuma Dapat Map Kosong
Namun, dia mengatakan pembangunan infrastruktur memiliki banyak faktor, di antaranya faktor regulasi dan faktor pembiayaan. Khusus soal pembiayaan, menurut dia, jangan sampai hanya mengandalkan kepada APBN saja, karena pemerintah memiliki prioritas lain.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan bahwa para Anggota DPD RI sangat menaruh perhatian untuk membuka potensi pembangunan infrastruktur agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya, kata dia, Pemerintah Provinsi DIY mendorong agar ada jalan tol yang bisa menembus dari selatan ke utara agar mampu memperlancar distribusi hasil pertanian. "Semoga nanti DPD RI tentu punya peran yang besar di dalam pembangunan di daerah kami, khususnya Jawa," katanya.
Saat ini ada sejumlah proyek yang dikerjakan di kawasan Selatan Bumi Mataram. Proyek itu seperti pembangunan Jembatan Pandansimo, yang tinggal menunggu peresmian. Kemudian, Kelok 23, yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dengan Bantul. Proyek ini sudah mencapai 85% lebih dan ditargetkan tahun depan akan selesai. Kedua proyek besar itu merupakan rangkaian dari Jalur Jalan Lintas Selatan yang juga terhubung dengan Jasela.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, proyek JJLS Kelok 23 yang terletak di kawasan Bantul, Gunungkidul itu, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas kawasan pesisir selatan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Danantara akan membangun 141.000 hunian vertikal di lahan hibah Meikarta seluas 30 hektare untuk mendukung program 3 juta rumah.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.