Advertisement
DPR Bakal Gelar Rapat Tertutup dengan Danantara, Ini Alasannya
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Antara - Muhammad Heriyanto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi XI DPR RI mengagendakan menggelar rapat tertutup dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa rapat tidak dibuka untuk umum. Namun, media diberikan kesempatan singkat untuk mengabadikan suasana sebelum pertemuan dimulai.
Advertisement
Pertemuan kali ini membahas roadmap dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Danantara Tahun 2025.
“Sesi ini nanti akan digelar tertutup. Siapa yang mau ambil foto silakan, saya kasih 2 menit,” ujarnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Menurut laporan Sekretariat Komisi XI, rapat dihadiri 28 anggota, dengan tambahan 2 izin tertulis. Dengan keterwakilan dari 8 fraksi, rapat dinyatakan kuorum sesuai ketentuan tata tertib DPR.
Agenda ini menjadi kali kedua rapat Komisi XI dengan Danantara digelar tertutup. Sebelumnya, pertemuan pada 23 Juli 2025 juga dihelat secara privat.
BACA JUGA: Danais dari Rp1,2 Triliun Dipangkas Jadi Rp500 Miliar, Ini Kata Sultan HB X
Kala itu, Misbakhun menyampaikan bahwa keputusan tertutup bertujuan menjaga kerahasiaan informasi terkait strategi BUMN yang berpotensi memengaruhi pasar, termasuk harga saham dan aliran investasi.
“Beberapa hal yang disampaikan oleh Danantara dikhawatirkan akan mempengaruhi pasar baik itu dalam harga saham atau investasi yang sifatnya tidak boleh diketahui publik lebih awal,” ujarnya.
Untuk itu, pembahasan bersama Danantara akan dilakukan secara tertutup demi mencegah penyebaran informasi yang bersifat insider.
“Saya minta perhatian kepada seluruh anggota terhadap bahan rapat yang sifatnya private and confidential untuk dijaga. Kedua, saya nyatakan bahwa rapat ini akan dinyatakan tertutup,” pungkas Misbakhun.
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan di DPR akhir pekan lalu menyebut Danantara diharapkan bekerja optimal. Menurut dia, badan usaha milik negara (BUMN) sebagai aset negara memiliki total kekayaan US$1 triliun atau sekitar Rp16.000 triliun lebih. Dengan asumsi dividen wajar kepada negara sebesar 5% maka pemasukan bisa mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp800 triliun.
“Harusnya BUMN itu menyumbang minimal US$50 miliar. Kalau US$50 miliar, APBN kita tidak defisit,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR-RI di Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 15 Februari 2026, Cek Jam Terbaru
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Cek Update 14 Februari 2026
- Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp76.500, Bawang Merah Rp44.350
- Utang Pemerintah Tembus Rp9.637,9 Triliun, Rasio 40,46 Persen PDB
- Harga Emas Antam Terbaru Tembus Rp2.954.000 per Gram
- Stok Beras Nasional 3,32 Juta Ton, DPR Minta Waspadai Cuaca Ekstrem
- 58 Persen Dana Desa 2026 Diminta Dialihkan ke KDMP
- Bulog Buka Pasar Beras Haji di Arab Saudi
Advertisement
Advertisement





