Investor Saham Jogja Tembus 322 Ribu, Tumbuh 30 Persen dalam Setahun
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.
Foto ilustrasi irigasi pertanian / foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada triwulan II 2025 sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi yang disebabkan oleh produksi tanaman pangan. Tahun lalu panen raya terjadi pada triwulan II akibat dampak El Nino yang menggeser musim tanam.
Akan tetapi pada tahun ini pola tanam kembali normal, dan puncak panen terjadi di triwulan I 2025. Sehingga produksi di triwulan II mengalami penurunan tajam. Produksi padi turun sebesar 36,30 persen, jagung turun 35,65 persen, dan ubi kayu turun 22,55 persen dibandingkan tahun lalu.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan meski demikian beberapa komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, dan semangka mencatatkan kenaikan produksi. "Begitu pula komoditas perkebunan seperti cengkeh dan kopi robusta yang menunjukkan peningkatan," kata Herum.
BACA JUGA: Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS DIY Siapkan Wilayah Kerja
Jika dilihat secara semester I 2025 menurutnya pertanian tumbuh signifikan pasca musim Kemarau ekstrem. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh membaik berkat pulihnya pola tanam pasca-fenomena El Nino.
Pada semester I 2025, produksi padi meningkat 23,43 persen, jagung naik 48,06 persen, dan ubi kayu melonjak 31,72 persen. Kenaikan juga terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai rawit 7,12 persen, durian 34,41 persen, dan mangga 10,98 persen.
"Komoditas perkebunan seperti cengkeh dan kopi robusta juga mencatatkan pertumbuhan produksi," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan biasanya panen raya akan terjadi setahun sekali. Untuk melihat kinerja sektor pertanian perlu dibandingkan dalam satu tahun. Sektor pertanian dia sebut pola musimnya sangat kental.
"Karena baru normal dari kondisi El Nino jadi produksi tahun ini dalam satu semester memang lebih tinggi dari tahun lalu," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.
Kemenag DIY pastikan kepulangan jemaah haji 2026 via YIA lebih cepat tanpa transit hotel, langsung menuju daerah asal.
Pria asal Boyolali meninggal usai terjatuh dari motor di flyover Manahan Solo, diduga kelelahan setelah beraktivitas.
WMO peringatkan El Nino berpeluang 90 persen terjadi, Indonesia berisiko kekeringan dan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
Wisata Kalitalang di lereng Merapi makin ramai, jadi favorit trekking dan latihan pendakian, kunjungan tembus 2.500 orang per hari.
Dua siswa SDN 4 Wates Kulonprogo raih nilai 100 TKA matematika 2026. Prestasi ini lampaui capaian tahun sebelumnya.