Advertisement
IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 80,92 poin

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada hari ini, Jumat (29/8/2025), di tengah sentimen ricuhnya aksi demonstrasi kemarin. Pelemahan IHSG ditekan oleh koreksi saham WIFI, BBCA, hingga BREN.
BACA JUGA: KPK Duga Keluarga Immanuel Ebenezer Pindahkan Barang Bukti
Advertisement
Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka anjlok 80,92 poin atau 1,02% ke level 7.871,16 pada pagi ini, Jumat (29/8/2025). IHSG bergerak di rentang 7.867,87 hingga 7.902,54.
Sebanyak 124 saham menguat, 300 saham melemah, dan 193 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.268,82 triliun.
Pada hari ini, merosotnya IHSG ditekan oleh pelemahan harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) sebesar 3,47% ke level Rp2.780 per saham.
Selain itu, saham emiten berkapitalisasi pasar besar rontok pada pagi ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,6% ke level Rp8.275, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,45% ke level Rp4.080, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 1,05% ke posisi Rp4.720 per saham.
Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 29 Agustus 2025
Selain itu, saham PT WIR Asia Tbk. (WIRG) anjlok 6,6% ke posisi Rp184, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) merosot 3,23% ke level Rp9.000, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 1,34% ke level Rp2.940, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 1,86% ke level Rp1.585 per saham.
Berbanding terbalik, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melanjutkan penguatan 0,88% ke level Rp98.000, PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) melaju 25% ke level Rp825, dan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) melaju 24,7% ke level Rp3.080.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG berpotensi bergerak melemah hari ini. IHSG diestimasi bergerak di level support 7.830—7.900 dan resistance 8.000—8.050.
BNI Sekuritas merekomendasikan analis untuk mencermati saham BBYB, ATLA, MBMA, BKSL, MINA, dan CUAN sebagai ide trading hari ini.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyampaikan bahwa indeks komposit ditutup naik tipis 0,20% ke posisi 7.952 pada perdagangan kemarin. Namun, penguatan indeks disertai sinyal teknikal yang mengindikasikan tekanan jual.
“Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut serta IHSG membentuk long upper shadow yang mengindikasikan adanya tekanan jual,” ujarnya dalam publikasi riset harian.
Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks komposit berisiko melemah menuju support level 7.900 dengan resistance berada di 8.020 dan pivot di 7.950.
Valdy menuturkan bahwa dari sentimen eksternal, pasar mencermati keputusan Bank Sentral Korea Selatan yang mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5% untuk kedua kalinya, sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.
Selain itu, investor juga mengawasi dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) sebesar 50% terhadap India yang berpotensi menekan sentimen perdagangan di kawasan.
Sementara dari Eropa, Jerman akan merilis data Retail Sales Juli 2025 yang diperkirakan melemah 0,4% secara bulanan, setelah pada Juni naik 1%. Inflasi Jerman juga diperkirakan meningkat menjadi 2,1% pada Agustus dari 2% bulan sebelumnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan pada hari ini, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI).
Dalam riset terpisah, Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan bahwa indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,16% ke level 45.636,90 Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,32% ke level 6.501,86 dan Nasdaq menguat 0,53% ke level 21.705,16.
“IHSG kembali menorehkan rekor all time high pada perdagangan terakhir setelah menyentuh level tertinggi harian di 8.022.”
Ke depan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi mengalami koreksi seiring dengan meningkatnya peluang aksi ambil untung.
“Area resistance terdekat berada di 8.022, sementara support terjaga pada kisaran 7.800.”
Pada hari ini, saham NCKL, MAPA, dan FILM direkomendasikan beli. Target harga saham NCKL menurut BRI Danareksa Sekuritas berada di level Rp1.135—Rp1.175, MAPA menuju Rp670—Rp705, dan FILM memiliki ruang terapresiasi ke posisi Rp3.520—Rp3.770 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Cegah Keracunan MBG Berulang, Ini yang Akan Dilakukan SPPG di Sleman
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement