Advertisement
PHRI DIY Siapkan 60 Hotel Bintang dan Non Bintang di Kulonprogo
Ilustrasi Hotel / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut baik rencana pembukaan embarkasi haji dan umrah di Kabupaten Kulonprogo. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono menilai ini merupakan langkah strategis untuk mendongkrak okupansi hotel, khususnya di wilayah Kulonprogo.
Dia mengatakan di Kabupaten Kulonprogo ada 4 hotel bintang dan sekitar 56 hotel non-bintang. Menurutnya untuk hotel bintang rata-rata menyediakan 130 kamar dan non bintang 20 kamar per hotelnya. Deddy berharap dengan jumlah ini bisa mendukung embarkasi haji dan umroh.
Advertisement
"Kami menyambut baik hal ini karena bisa mendongkrak okupansi anggota kami yang ada di Kulonprogo," ucapnya Jumat, (10/10/2025).
Ia menjelaskan terkait dengan kelayakan, semua hotel bintang dan non bintang sudah representatif dalam menyambut calon jemaah haji dan umroh. PHRI DIY, kata Deddy, sudah melakukan sertifikasi kelayakan khususnya hotel non bintang.
BACA JUGA
"Ternyata mereka sudah memenuhi syarat, hanya saja dari sisi fasilitas tentu berbeda karena bujetnya juga beda," ungkapnya.
Deddy mengatakan sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi BMWI untuk menilai kelayakan usaha dari berbagai aspek, seperti keamanan hingga pelayanan hospitality. Dirinya menyebut sebelum sertifikasi dilakukan oleh lembaga, PHRI sudah lebih dahulu melakukan peninjauan.
Lebih lanjut dia mengatakan PHRI DIY sudah sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY secara intensif, termasuk BPD PHRI Kulonprogo yang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terkait dengan persiapan.
Menurutnya hotel bisa menawarkan layanan hospitality yang lebih baik sebagai penampungan jamaah haji dan umrah dibandingkan dengan embarkasi milik pemerintah. DIY, kata Deddy, menjadi provinsi pertama yang memberikan fasilitas embarkasi berupa hotel, pemerintah menjalin kolaborasi dengan swasta.
"Dasarnya adalah pelayanan hospitality yang mungkin akan lebih baik, karena pihak hotel akan fokus memberikan pelayanan maksimal," jelasnya.
Menurut Deddy mestinya pelaksanaan embarkasi sudah bisa dimulai pada 2025, akan tetapi ada penundaan. PHRI DIY, kata Deddy, sudah siap sejak 2025 di mana sertifikasi dimulai pada Januari 2025.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan potensi jemaah haji asal DIY mencapai sekitar 3.200 orang. Akan tetapi berdasarkan ketentuan, syarat minimal embarkasi adalah 4.000 orang. Made mengatakan untuk memenuhi kekurangan tersebut, Pemda DIY sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) agar jumlah minimal calon jemaah haji bisa terpenuhi.
"Pada prinsipnya, kalau bicara 2027, insyaallah sudah ada embarkasi Haji di DIY. Kami berusaha agar pada 2026 YIA sudah dapat memberangkatkan lebih dari 4.000 calon jemaah haji, baik dari DIY maupun wilayah sekitarnya," kata Made. (**)Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
Advertisement
Advertisement





