Video AI Catut Sri Sultan Beredar, Pemda DIY Beri Peringatan
Pemda DIY mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya video AI yang mencatut Sri Sultan Hamengku Buwono X dan diduga bermuatan penipuan.
Ilustrasi Hotel - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut baik rencana pembukaan embarkasi haji dan umrah di Kabupaten Kulonprogo. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono menilai ini merupakan langkah strategis untuk mendongkrak okupansi hotel, khususnya di wilayah Kulonprogo.
Dia mengatakan di Kabupaten Kulonprogo ada 4 hotel bintang dan sekitar 56 hotel non-bintang. Menurutnya untuk hotel bintang rata-rata menyediakan 130 kamar dan non bintang 20 kamar per hotelnya. Deddy berharap dengan jumlah ini bisa mendukung embarkasi haji dan umroh.
"Kami menyambut baik hal ini karena bisa mendongkrak okupansi anggota kami yang ada di Kulonprogo," ucapnya Jumat, (10/10/2025).
Ia menjelaskan terkait dengan kelayakan, semua hotel bintang dan non bintang sudah representatif dalam menyambut calon jemaah haji dan umroh. PHRI DIY, kata Deddy, sudah melakukan sertifikasi kelayakan khususnya hotel non bintang.
"Ternyata mereka sudah memenuhi syarat, hanya saja dari sisi fasilitas tentu berbeda karena bujetnya juga beda," ungkapnya.
Deddy mengatakan sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi BMWI untuk menilai kelayakan usaha dari berbagai aspek, seperti keamanan hingga pelayanan hospitality. Dirinya menyebut sebelum sertifikasi dilakukan oleh lembaga, PHRI sudah lebih dahulu melakukan peninjauan.
Lebih lanjut dia mengatakan PHRI DIY sudah sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY secara intensif, termasuk BPD PHRI Kulonprogo yang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terkait dengan persiapan.
Menurutnya hotel bisa menawarkan layanan hospitality yang lebih baik sebagai penampungan jamaah haji dan umrah dibandingkan dengan embarkasi milik pemerintah. DIY, kata Deddy, menjadi provinsi pertama yang memberikan fasilitas embarkasi berupa hotel, pemerintah menjalin kolaborasi dengan swasta.
"Dasarnya adalah pelayanan hospitality yang mungkin akan lebih baik, karena pihak hotel akan fokus memberikan pelayanan maksimal," jelasnya.
Menurut Deddy mestinya pelaksanaan embarkasi sudah bisa dimulai pada 2025, akan tetapi ada penundaan. PHRI DIY, kata Deddy, sudah siap sejak 2025 di mana sertifikasi dimulai pada Januari 2025.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan potensi jemaah haji asal DIY mencapai sekitar 3.200 orang. Akan tetapi berdasarkan ketentuan, syarat minimal embarkasi adalah 4.000 orang. Made mengatakan untuk memenuhi kekurangan tersebut, Pemda DIY sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) agar jumlah minimal calon jemaah haji bisa terpenuhi.
"Pada prinsipnya, kalau bicara 2027, insyaallah sudah ada embarkasi Haji di DIY. Kami berusaha agar pada 2026 YIA sudah dapat memberangkatkan lebih dari 4.000 calon jemaah haji, baik dari DIY maupun wilayah sekitarnya," kata Made. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya video AI yang mencatut Sri Sultan Hamengku Buwono X dan diduga bermuatan penipuan.
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Apple rilis iOS 26.6 dengan 75 perbaikan keamanan, persiapan Spotlight untuk iOS 27, dan notifikasi kontak. Update iPhone Anda sekarang!
LinkedIn diselidiki otoritas Texas atas dugaan menampilkan lowongan kerja palsu atau ghost jobs yang disebut dapat merugikan pelanggan layanan Premium.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren