Advertisement
BEI DIY Terus Dorong UMKM untuk Go Public, Begini Upayanya
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara - Sulthony Hasanuddin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan peluang pendanaan melalui Initial Public Offering (IPO). Upaya ini dilakukan lewat pendampingan berkelanjutan, penguatan inkubator UMKM, hingga pemanfaatan skema securities crowdfunding sebagai tahap awal sebelum masuk ke bursa.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menjelaskan BEI menyediakan tiga papan pencatatan, yakni papan akselerasi, papan pengembangan, dan papan utama. Papan akselerasi, kata dia, memang dirancang untuk perusahaan berskala kecil yang mulai bersiap go public.
Advertisement
“UMKM ini punya tantangan masing-masing. Ada yang masih belum berbentuk PT, ada juga soal aspek untung–rugi. Untuk IPO, idealnya perusahaan bisa mencatat keuntungan dalam enam tahun ke depan,” ujar Irfan, Selasa.
Menurut Irfan, beberapa UMKM masih menghadapi kendala dalam hal pembukuan. Laporan keuangan yang belum tertata rapi menjadi salah satu pekerjaan rumah sebelum perusahaan dapat melangkah ke proses pencatatan saham perdana. Selain kesiapan administrasi, komitmen untuk bertumbuh juga menjadi faktor penting.
BACA JUGA
“Dana IPO ini kan dana murah, bukan pinjaman. Tidak perlu dikembalikan, tetapi penggunaannya harus dipertanggungjawabkan melalui RUPS dan ditunjukkan lewat pertumbuhan perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi aspek yang tak bisa dilepaskan dalam proses menuju IPO.
Irfan menyampaikan bahwa secara nasional BEI memiliki IDX Incubator untuk mendampingi perusahaan yang telah siap memasuki masa pra-IPO. Sementara di daerah, perusahaan yang masih berada pada tahap awal disiapkan melalui inkubator UMKM bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.
UMKM binaan perguruan tinggi maupun industri ini kemudian diinkubasi untuk naik kelas. Melalui proses tersebut, BEI menawarkan securities crowdfunding sebagai pintu masuk untuk menghimpun modal dan memperkuat struktur usaha sebelum melangkah ke IPO.
“Securities crowdfunding ini kami dorong sebagai batu loncatan untuk go public. Saat ini sudah ada tujuh perusahaan dari DIY yang IPO,” kata Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Wisata Bantul Sepi Saat Ramadan, Pelaku Usaha Fokus Benahi Fasilitas
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
- Daftar Jalan Tol yang Diskon 30 Persen Saat Mudik
- Rupiah Anjlok ke Rp16.868, Terpukul Sentimen Geopolitik
- Harga Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM 2026 Terancam Bengkak
- Inflasi DIY Februari 2026 Capai 4,91 Persen, Emas dan Cabai Pemicunya
- Update Harga Emas UBS-Galeri24 Hari Ini, Tembus Rp3,19 Juta per Gram
- Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp13.000 per Gram
Advertisement
Advertisement






