Advertisement
Workshop Mindfulness untuk Perawat Jiwa Digelar di Jogja
Ketua Panitia Workshop Mindfulness sekaligus salah satu Founder Komunitas Mindfullife, Jerrie Hadinoto menyampaikan kata sambutan di Ruang Ayodya, Tasneem Hotel Malioboro Yogyakarta, Minggu (18/1 - 2026). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Advertisement
JOGJA-Komunitas Mindfullife bersama Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) DIY menggelar Workshop Mindfulness bertajuk Merawat yang Merawat di Ruang Ayodya, Tasneem Hotel Malioboro Yogyakarta, Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Komunitas Mindfullife.
Advertisement
Ketua Panitia Workshop Mindfulness, Jerrie Hadinoto, menyampaikan bahwa perawat, khususnya perawat kesehatan jiwa, memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem layanan kesehatan. Namun, perhatian terhadap kesehatan mental perawat dinilai masih kurang.
Menurut Jerrie, perawat jiwa merupakan kelompok yang rentan mengalami burnout karena beban kerja dan tuntutan peran yang kompleks. Kondisi tersebut, kata dia, dapat dibantu melalui praktik meditasi dan mindfulness agar perawat mampu menjaga kestabilan mental dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
BACA JUGA
Rangkaian workshop diawali dengan sesi yoga yang dipandu oleh Praktisi Yoga, Eka Purwaningsih. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Mindfulness untuk Mencegah Burnout oleh Psikolog Klinis & Praktisi Mindfulness, C. Wijoyo Adinugroho. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi berbagi kesehatan mental untuk perawat melalui pendekatan mindfulness dalam perspektif klinis yang disampaikan oleh Forest Therapist, dr. Herin Anggreni.
“Diikuti 41 peserta, perawat dari berbagai rumah sakit, akademisi, dosen-dosen perawat, hingga mahasiswa keperawatan,” ujar Jerrie.
Jerrie menjelaskan, dalam praktiknya seorang perawat dituntut untuk mampu melakukan penyesuaian saat berhadapan dengan pasien maupun keluarga pasien. Tidak hanya menjalankan tugas medis, perawat juga harus memahami obat-obatan, menampung keluhan pasien, hingga menjadi pendamping ketika keluarga pasien tidak berada di tempat.
Ia menilai, beban kerja tersebut menjadikan perawat harus menjalani peran ganda dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat profesi perawat memiliki risiko kelelahan mental yang tinggi.
“Seorang perawat itu harus bisa fleksibel menyesuaikan terhadap pasien, maupun keluarga pasien, jadi dia multi peran,” jelas Jerrie yang juga menjadi salah satu Founder Komunitas Mindfullife.
Melalui kegiatan workshop ini, Jerrie berharap perawat jiwa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kestabilan mental saat bekerja. Dengan demikian, kualitas layanan kepada pasien dan masyarakat yang membutuhkan perawatan juga dapat meningkat.
Lebih lanjut, Jerrie menceritakan bahwa Komunitas Mindfullife didirikannya bersama sang istri, yang sama-sama merupakan penyintas masalah kejiwaan, serta Praktisi Mindfulness C. Wijoyo Adinugroho. Ia mengungkapkan, sejak menikah pada 2021, dirinya dan sang istri rutin menjalani konsultasi melalui metode terapi mindfulness bersama C. Wijoyo Adinugroho.
Dari pengalaman tersebut, Jerrie kemudian berinisiatif untuk memperluas manfaat mindfulness kepada masyarakat umum secara gratis. Gagasan tersebut akhirnya diwujudkan melalui pendirian Komunitas Mindfullife pada Januari dua tahun lalu.
Kegiatan komunitas ini rutin digelar setiap Rabu malam di Taman Asmukita, Timoho, Yogyakarta.
“Pematerinya Pak Adi sebagai Psikolog. Kami ada WhatsApp group beranggotakan 228 orang, rata-rata yang hadir sekitar 25 orang setiap acara, jadi kami semacam terapi kelompok gitu,” jelasnya.
Ketua IPKJI DIY, Shanti Wardaningsih, menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Mindfullife tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi perawat yang sehari-hari bekerja mendampingi pasien dengan gangguan jiwa.
Menurut Shanti, kelelahan mental kerap dialami perawat, terutama ketika menghadapi pasien yang masih mudah marah atau mengalami kesulitan mengontrol emosi. Beberapa pasien, kata dia, masih memerlukan pendampingan intensif untuk kembali pada realita dan mengelola kemarahannya, sehingga kondisi ini turut membebani mental perawat.
Ia berharap melalui kegiatan workshop mindfulness ini, anggota IPKJI maupun perawat secara umum dapat belajar merawat dirinya sendiri, di samping tugas mereka merawat orang lain.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini memang kami perlukan, karena perawat memerlukan self care. Kita berterima kasih sekali dengan Mindfullife yang sudah mengajak kami untuk berkolaborasi,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Wisatawan Asal Pekalongan Terseret Ombak di Pantai Siung Gunungkidul
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Harga Pangan Nasional Turun Serentak, Beras hingga Cabai Merosot
- Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Masih Bertahan, 18 Januari 2026
- WEF Davos 2026, Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi Global
- Workshop Mindfulness untuk Perawat Jiwa Digelar di Jogja
- PPh 21 DTP Berlaku 2026, Ini Dampaknya bagi Pekerja
Advertisement
Advertisement



